Nenek 102 Tahun Berhasil Berjalan Kembali Pascaoperasi Pinggul di Malaysia

Nenek 102 Tahun Berhasil Berjalan Kembali Pascaoperasi Pinggul di Malaysia
Foto: Ilustrasi Nenek 102 Tahun Berhasil Berjalan Kembali Pascaoperasi Pinggul di Malaysia.

Kebutuhan layanan kesehatan untuk lansia yang terus meningkat membuat Malaysia kian diminati oleh banyak pasien asal Indonesia. Negara jiran ini menjadi pilihan utama untuk wisata medis berkat kedekatan geografis, fasilitas rumah sakit bertaraf internasional, serta dukungan dokter spesialis berpengalaman.

Dikutip dari Medcom, sebuah keberhasilan penanganan medis lansia terjadi di Sunway Medical Centre, Sunway City, Kuala Lumpur. Seorang nenek berusia 102 tahun berhasil menjalani operasi pinggul dan mampu berdiri kembali hanya dua hari setelah tindakan dilakukan.

Pasien yang akrab disapa Popo tersebut dikenal tetap aktif di usia senjanya. Meski telah berumur lebih dari satu abad, ia masih sanggup beraktivitas secara mandiri serta membantu usaha keluarganya sehari-hari.

Kondisinya berubah setelah mengalami insiden jatuh mendadak yang membuatnya harus dilarikan ke unit gawat darurat Sunway Medical Centre. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Popo mengalami neck of femur fracture atau patah tulang pada bagian leher femur di area pinggul.

Cedera patah tulang pinggul kerap menimpa lansia karena kondisi tulang yang kian rapuh akibat usia. Kasus seperti ini berisiko menurunkan kondisi fisik lansia secara drastis apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Setibanya di rumah sakit, Popo langsung ditangani melalui program Fracture Liaison Service atau FLS. Sistem perawatan multidisiplin ini dirancang khusus bagi pasien lansia dengan kasus patah tulang yang memerlukan koordinasi cepat.

Tim medis yang terlibat terdiri atas dokter ortopedi, dokter geriatri, ahli anestesi, hingga tim rehabilitasi medis. Penanganan ini dipimpin oleh dokter spesialis ortopedi Dr Jeffrey Jaya Raj yang menilai tindakan operasi cepat sangat krusial untuk menjaga kualitas hidup pasien.

"Intervensi dini adalah kuncinya. Jika operasi ditunda, pasien mungkin tidak akan bisa berjalan lagi, dan itu dapat memicu berbagai komplikasi lainnya," jelas Dr Jeffrey.

Prosedur Bipolar Hemiarthroplasty Tanpa Bius Total

Popo langsung menjalani prosedur bipolar hemiarthroplasty dalam waktu kurang dari 24 jam setelah perawatan awal. Tindakan penggantian sebagian sendi pinggul ini dipilih karena dinilai lebih aman untuk pasien berusia lanjut.

Tim dokter menerapkan anestesi regional dan spinal tanpa bius total guna meminimalkan risiko komplikasi. Proses pembedahan tersebut berlangsung lancar selama kurang lebih satu jam.

Pemulihan fisik Popo berjalan sangat impresif. Sehari setelah operasi, ia mulai belajar berdiri dan melangkah perlahan dengan pendampingan intensif dari tim rehabilitasi medis.

Popo tercatat sebagai pasien tertua yang pernah menjalani operasi di Sunway Medical Centre pada usia 102 tahun. Kasus medis ini bahkan diyakini menjadi salah satu operasi pinggul pada pasien tertua di wilayah Asia Tenggara.

Faktor lain yang mendukung kecepatan pulihnya Popo adalah kehadiran pihak keluarga. Anak, cucu, hingga cicitnya secara bergantian mendampingi dan memberikan motivasi selama masa perawatan di rumah sakit.

"Kalau saya masih bisa berjalan, saya ingin melakukannya," ujar Popo kepada keluarganya.

Dr Jeffrey menegaskan kembali bahwa keberhasilan pemulihan pasien lansia tidak hanya bertumpu pada tindakan operasi semata. Proses ini melibatkan koordinasi menyeluruh tim medis sejak pasien masuk ruang gawat darurat hingga fase rehabilitasi.

Artikel terkait

Rekomendasi