Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, menyerukan agar seluruh umat Islam memanfaatkan Idulfitri sebagai titik balik untuk memperkokoh tali persatuan. Momentum ini dipandang sebagai kesempatan emas untuk memperkuat nilai solidaritas nasional setelah menuntaskan ibadah selama bulan suci Ramadan.
Dilansir dari Investortrust, pria yang akrab disapa Cak Imin ini menyatakan bahwa hari raya merupakan sarana untuk memurnikan diri sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Ia berpendapat bahwa perayaan ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ritual spiritual tahunan bagi bangsa Indonesia.
"Idulfitri adalah saat terbaik untuk merawat persatuan. Di tengah perbedaan, kita dipertemukan oleh nilai yang sama: saling memaafkan, saling menguatkan, dan saling menjaga sebagai satu bangsa," kata Muhaimin dalam keterangannya, Sabtu (21/3/2026).
Selain aspek persatuan, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat tersebut juga menyoroti pentingnya aksi nyata dalam membantu kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Menurutnya, esensi dari ibadah puasa seharusnya terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari meski Ramadan telah usai.
"Justru di Idulfitri, solidaritas harus semakin nyata hadir dalam kepedulian kepada tetangga, perhatian kepada yang lemah, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Muhaimin berharap semangat Idulfitri bertransformasi menjadi energi kolektif untuk mendorong kemandirian masyarakat. Fokus utamanya terletak pada penguatan ketahanan ekonomi keluarga dan dukungan penuh terhadap sektor usaha skala kecil demi menghadapi dinamika sosial di masa depan.
"Pemberdayaan adalah kunci. Kita ingin masyarakat bangkit bersama, saling menguatkan ekonomi keluarga, mendukung usaha kecil, dan membuka peluang bagi sesama. Dari situlah keadilan sosial bisa kita wujudkan," ujarnya.
Menutup pernyataannya, tokoh politik ini menitipkan pesan khusus bagi para warga yang sedang menjalankan tradisi mudik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga besar di berbagai wilayah Nusantara sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
"Jangan lupa sampaikan salam hormat dan cinta saya kepada seluruh sanak famili di manapun berada, di seluruh Nusantara," ucapnya.