Pakar Soroti Kemiripan Motor Listrik EMMO JVH Max dengan Produk China

Pakar Soroti Kemiripan Motor Listrik EMMO JVH Max dengan Produk China
Foto: Ilustrasi Pakar Soroti Kemiripan Motor Listrik EMMO JVH Max dengan Produk China.

Pengamat otomotif senior dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu, menyoroti kemiripan desain motor listrik EMMO JVH Max dengan produk asal China, Taizhou Okla, pada Kamis (9/4/2026). Fenomena ini dinilai terjadi akibat ketergantungan industri lokal pada komponen impor.

Dilansir dari Detik Oto, EMMO JVH Max yang dipersiapkan sebagai kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tampilan identik dengan produk 'white label' buatan Taizhou Okla Automotive di Zhejiang, China. Perbedaan hanya terlihat pada pilihan warna dan emblem kendaraan.

"Fenomena ini terjadi karena mayoritas industri motor listrik Indonesia masih bergantung pada CKD dari China, tidak mau membangun jejaring industri komponen di dalam negeri, mengejar cuan lebih cepat," ujar Yannes Pasaribu, Pengamat Otomotif ITB.

Yannes menambahkan bahwa penggunaan desain serupa bertujuan untuk menekan biaya produksi dan mempercepat akses teknologi. Langkah ini juga dilakukan agar perusahaan dapat memenuhi syarat administrasi dalam e-Katalog LKPP secara instan.

Kemiripan visual mencakup hampir seluruh bagian motor, mulai dari lampu utama, kaca depan, hingga spakbor. Bagian samping hingga belakang, termasuk model jok dan dudukan besi, juga menunjukkan kesamaan total dengan produk tanpa nama yang dijual di laman ekspor China.

Berdasarkan data dari laman made-in-china pada Kamis (9/4/2026), motor produksi Okla tersebut dibanderol mulai dari 2.185 dolar AS atau sekitar Rp 37 juta. Harga ini lebih rendah dibandingkan EMMO JVH Max di pasar Indonesia yang mencapai Rp 48 juta.

Ketergantungan pada skema perakitan komponen impor atau Completely Knock Down (CKD) ini dikhawatirkan dapat menghambat proses transfer teknologi di tanah air. Dampak jangka panjangnya meliputi minimnya nilai tambah ekonomi serta potensi pelarian modal ke luar negeri yang semakin besar.

PT Yasa Artha Trimanunggal selaku pemasar EMMO JVH Max diketahui baru mendaftarkan hak desain industri kendaraan tersebut ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual pada akhir tahun lalu. Dokumen pendaftaran model ini tercatat baru diterima pada 17 Oktober 2025 melalui pemohon PT Adlas Sarana Elektrik.

Artikel terkait

Rekomendasi