Kendaraan komersial mendominasi daftar lima besar mobil paling laris di Indonesia sepanjang Maret 2026 berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Lonjakan permintaan ini dipicu oleh aktivitas logistik sektor swasta serta dukungan terhadap program strategis pemerintah.
Dilansir dari Detik Oto, Daihatsu Gran Max model blind van dan minibus memimpin pasar dengan total distribusi mencapai 4.128 unit pada bulan ketiga tahun ini. Angka tersebut menempatkan kendaraan niaga ini di posisi puncak, melampaui volume distribusi mobil penumpang konvensional.
Tren positif ini berlanjut pada posisi keempat dan kelima yang ditempati oleh Daihatsu Gran Max pick up dengan 2.919 unit serta Suzuki Carry pick up sebanyak 2.739 unit. Sebelumnya pada Februari 2026, Suzuki Carry bahkan sempat menjadi yang terlaris dengan catatan distribusi mencapai 6.554 unit.
Peningkatan volume penjualan di segmen komersial ini dinilai berkaitan erat dengan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah. Kendaraan pikap dan blind van menjadi pilihan utama untuk menunjang operasional pengiriman kebutuhan pangan dalam program tersebut.
"Kalau di kendaraan komersial, mungkin salah satu proyek yang mendukung pemerintah seperti proyek MBG. Dan kalau dilihat kontribusinya, juga lumayan besar di proyek MBG itu," kata Donny Ismi Saputra, 4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Donny merincikan bahwa kontribusi penjualan Suzuki Carry untuk keperluan proyek MBG mencapai 50 persen dari total keseluruhan penjualan di segmen fleet. Sisa penjualan lainnya didorong oleh perusahaan swasta yang melakukan peremajaan armada pada awal tahun 2026.
Sementara itu, PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI DSO) juga mencatat kenaikan signifikan pada permintaan model Gran Max. Penjualan varian standar meningkat dari rata-rata 3.300 unit menjadi 4.200 unit, sedangkan model blind van melonjak dari 1.200 unit ke kisaran 2.300 unit.
Tri Mulyono, Customer Relation Division Head AI DSO, menyatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah kenaikan ini murni dipicu program MBG. Menurutnya, pemesanan yang masuk saat ini berasal dari berbagai sektor, mulai dari permintaan retail atas nama pribadi hingga pesanan dalam skala besar atau fleet untuk kebutuhan logistik.