Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 6.000-an dalam beberapa hari terakhir dipastikan tidak mengganggu permodalan perusahaan efek nasional. Dilansir dari Keuangan, PT Surya Fajar Sekuritas menyatakan kondisi Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) perusahaan saat ini masih berada dalam posisi aman pada Jumat, (22/5/26).
Pengelolaan dana secara konservatif dan terukur menjadi strategi utama dalam menjaga ketahanan modal tersebut. Manajemen perusahaan juga mengoptimalkan penempatan dana pada instrumen keuangan yang stabil seperti deposito, obligasi, dan produk pendapatan tetap lainnya.
Presiden Direktur Surya Fajar Sekuritas, Steffen Fang memberikan konfirmasi langsung mengenai kekuatan modal perusahaan di tengah volatilitas pasar saham saat ini.
"MKBD kami so far aman untuk transaksi bisnis yang kami jalankan," jelas Steffen Fang, Presiden Direktur Surya Fajar Sekuritas.
Selain menjaga stabilitas internal, perusahaan efek ini juga bersiap menghadapi perubahan regulasi. Langkah tersebut merespons kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menerbitkan aturan baru untuk memperkuat industri pasar modal.
"Terkait POJK yang diterbitkan untuk perusahaan efek, kami berkomitmen untuk menjalankan sesuai POJK," kata Steffen Fang, Presiden Direktur Surya Fajar Sekuritas.
Sebelumnya, OJK telah resmi mengeluarkan dua regulasi baru yaitu POJK Nomor 3 Tahun 2026 dan POJK Nomor 5 Tahun 2026. Peraturan tersebut diterbitkan guna memperkuat ketahanan, tata kelola, kapasitas permodalan, serta profesionalisme pelaku industri pasar modal.