Mitratel Diprediksi Lampaui Target Pertumbuhan Pendapatan Tahun Ini

Mitratel Diprediksi Lampaui Target Pertumbuhan Pendapatan Tahun Ini
Foto: Ilustrasi Mitratel Diprediksi Lampaui Target Pertumbuhan Pendapatan Tahun Ini.

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel diproyeksikan mampu mencatatkan performa keuangan yang melampaui estimasi manajemen dengan potensi pertumbuhan pendapatan mencapai 13 persen pada tahun ini. Hal ini didorong oleh tingginya permintaan menara sepanjang semester I-2023 sebagaimana dilansir dari Investortrust.

Indo Premier Sekuritas mencatat bahwa perusahaan berhasil mengamankan 1.700 pesanan menara dari PT XL Axiata Tbk, melampaui target awal sebesar 1.500 unit. Permintaan dari Indosat dan Telkomsel juga dilaporkan berjalan sesuai ekspektasi, masing-masing sebesar 1.500 dan 500 menara.

Analis Michelle Nugroho dan Giovanni Dustin mengungkapkan adanya potensi tambahan pendapatan dari pembaruan sewa 4.000 menara oleh Telkomsel. Pendapatan dari kontrak tersebut kemungkinan besar akan dibukukan pada laporan keuangan semester II tahun ini.

ÔÇ£Kami memperkirakan bahwa tingkat pertumbuhan pendapatan perseroan tahun ini bisa mencapai 13% atau lebih tinggi dari perkiraan manajemen dan realisasi tahun lalu sekitar 12,5%,ÔÇØ tulis Michelle Nugroho dan Giovanni Dustin, Analis Indo Premier Sekuritas.

Lembaga sekuritas tersebut juga menyoroti segmen serat optik yang telah mengelola 27 ribu kilometer jaringan dengan margin EBITDA mencapai 50 persen. Angka tersebut berpeluang meningkat hingga 70 persen dalam jangka panjang seiring peningkatan rasio penggunaan jaringan.

Pihak sekuritas menambahkan bahwa Mitratel memiliki struktur neraca keuangan yang kuat untuk mendukung ekspansi anorganik melalui akuisisi. Saat ini, perseroan dikabarkan tengah berdiskusi untuk mengambil alih 2.600 menara milik Telkomsel pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Di sisi lain, analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis, menilai Mitratel akan mendapat sentimen positif dari rencana pemisahan aset serat optik Telkom Indonesia melalui InfraCo. Langkah strategis ini dipandang sebagai sinyal pengalihan aset di masa depan.

ÔÇ£Pemisahan tersebut menjadi signal bahwa aset FTTT Telkom kemungkinan ditransfer ke Mitratel ke depan,ÔÇØ tulis Niko Margaronis, Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Niko juga menyoroti peluang keterlibatan Mitratel dalam konsorsium untuk membidik aset serat optik milik Indosat Ooredoo senilai 1 miliar dolar AS. Dukungan induk usaha dianggap krusial dalam memperkuat posisi perseroan sebagai pemimpin pasar segmen layanan terkelola.

ÔÇ£Kami menilai bahwa Telkom akan mengupayakan melalui Mitratel dan Inforaco akan agresif mendekati Indosat untuk mengamankan aset fiber tersebut dan nantinya disewakan kembali setelah didapatkan,ÔÇØ kata Niko Margaronis.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menjelaskan bahwa strategi ekspansi menara dan serat optik telah membantu pertumbuhan ekosistem telekomunikasi nasional. Ia menekankan fokus perusahaan dalam membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa.

ÔÇ£Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan jumlah tenant, monetisasi bisnis, serta peningkatan efisiensi kinerja perusahaan,ÔÇØ kata Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Utama Mitratel.

Hingga akhir Juni 2023, Mitratel telah memiliki 36.719 menara, menjadikannya pemilik infrastruktur menara terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan jumlah penyewa di luar Jawa tercatat sebesar 26 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa yang mencapai 22 persen.

ÔÇ£Sejalan dengan peningkatan jumlah menara, jumlah tenant pun meningkat 24,6% menjadi 54.718 tenant,ÔÇØ kata Theodorus Ardi Hartoko.

Perusahaan kini terus mengembangkan bisnis Power as a Service (PaaS) untuk menyediakan energi bagi perangkat operator seluler. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi suku bunga.

ÔÇ£Keyakinan ini seiring pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang mendorong operator seluler di Indonesia untuk terus berekspansi,ÔÇØ ujar Theodorus Ardi Hartoko.

Artikel terkait

Rekomendasi