Pemerintah Indonesia dijadwalkan meresmikan serangkaian langkah mitigasi darurat pada 1 April 2026 guna melindungi ekonomi nasional dari dampak ketidakpastian global dan konflik Timur Tengah. Paket kebijakan ini mencakup protokol kerja dari rumah (WFH) adaptif serta percepatan mandatori bahan bakar nabati B50.
Sebagaimana dilansir dari Investortrust, langkah ini diambil menyusul keputusan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 4,8 persen. Penurunan dari angka sebelumnya sebesar 5 persen tersebut dipicu oleh gesekan geopolitik dan volatilitas harga energi global.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa keputusan ini difinalisasi dalam sesi kabinet tingkat tinggi secara virtual pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pertemuan yang melibatkan 15 menteri tersebut berfokus pada penyesuaian kebijakan energi dan ekonomi di tengah dinamika global yang berkembang pesat.
"adjustments and the determination of several economic and energy policies" ujar Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pada Senin, 30 Maret 2026, bahwa pemerintah memprioritaskan efisiensi anggaran yang tepat sasaran. Penggunaan skema WFH adaptif diharapkan mampu menekan konsumsi bahan bakar domestik demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
ÔÇ£All of this is being studied... considering the developments of the conflict in the Middle East and global uncertainty that impacts energy stability, supply chains, and the national economy,ÔÇØ tulis Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Pihak OECD melalui Sekretaris Jenderal Mathias Cormann menyarankan agar intervensi kebijakan yang dilakukan pemerintah harus bersifat spesifik. Ia mendorong adanya peningkatan efisiensi energi untuk memperkuat pertahanan terhadap lonjakan harga di masa depan.
ÔÇ£Any policy to dampen the impact of surging energy prices should be directed and targeted at those in need and be temporary in nature,ÔÇØ kata Mathias Cormann, Sekretaris Jenderal OECD.
ÔÇ£increased renewable energy generation and energy efficiencyÔÇØ ujar Mathias Cormann, Sekretaris Jenderal OECD.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersikap optimis dengan menyebut bahwa likuiditas domestik dan belanja hari raya dapat mendorong pertumbuhan melampaui 5,5 persen. Keyakinan ini didasarkan pada data Purchasing Managers' Index (PMI) dan survei konsumen yang menunjukkan tren positif.
ÔÇ£I asked people outside the government, what is your prediction? They said 5.7% is possible. In my opinion, above 5.5% is already good in the current situation,ÔÇØ kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Purbaya menilai bahwa menggerakkan sektor swasta melalui instrumen fiskal dan moneter dapat memudahkan pencapaian target pertumbuhan yang lebih tinggi. Ia juga menekankan peran APBN dalam meredam fluktuasi harga minyak dunia.
ÔÇ£Basically, if I can run the fiscal and monetary machines that move the private sector, growing 6% should not be too difficult, on paper,ÔÇØ tutur Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
ÔÇ£We can mitigate high world oil prices because we absorb them in our APBN,ÔÇØ kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Penerapan mandatori B50, yang mencampur 50 persen minyak sawit ke dalam diesel, menjadi inti dari strategi kedaulatan energi pemerintah. Langkah ini diharapkan mampu memutus ketergantungan biaya transportasi nasional terhadap harga minyak mentah Brent yang tidak stabil.