Empat astronot misi Artemis II memulai perjalanan bersejarah mengelilingi Bulan menggunakan pesawat antariksa Orion pada Rabu, 15 April 2026, guna menandai kembalinya manusia ke orbit satelit bumi tersebut. Perjalanan ini menjadi tonggak teknologi sekaligus simbol harapan baru bagi masyarakat dunia di tengah berbagai krisis global.
Kru dalam misi ini mencatatkan sejarah baru dengan kehadiran Victor Glover sebagai astronot kulit hitam pertama dan Christina Hammock Koch sebagai wanita pertama yang melakukan misi orbit Bulan. Kehadiran mereka menunjukkan kemajuan signifikan dalam keberagaman dibandingkan era program Apollo di masa lalu.
Dilansir dari Detik iNET, misi ini memicu respons emosional publik karena dianggap sebagai jembatan antara nostalgia masa lalu dan masa depan eksplorasi manusia. Nama Artemis sendiri dipilih sebagai penghormatan kepada dewi Bulan dalam mitologi Yunani sekaligus saudara kembar Apollo.
Sisi kemanusiaan misi ini terlihat saat para astronot meminta kawah Bulan yang paling terang dinamai Kawah Carroll. Nama tersebut merupakan bentuk penghormatan bagi mendiang istri Komandan Artemis II, Reid Wiseman, yang meninggal dunia akibat kanker pada tahun 2020.
Pilot Artemis II, Victor Glover, menyampaikan pesan reflektif tentang posisi manusia di alam semesta saat momen Paskah dari ruang angkasa. Ia mengingatkan penduduk dunia bahwa Bumi adalah oasis yang istimewa di tengah kehampaan kosmos yang luas.
"Kami berada di dalam pesawat ruang angkasa yang sangat jauh dari Bumi. Tetapi kalian berada di dalam 'pesawat ruang angkasa' bernama Bumi yang diciptakan Tuhan sebagai tempat tinggal di alam semesta, di kosmos," kata Victor Glover, Pilot Artemis II.
Peluncuran ini juga membantu memulihkan trauma kolektif bagi Generasi X dan Milenial yang pernah menyaksikan tragedi meledaknya pesawat Challenger pada 1986. Keberhasilan Orion menembus atmosfer memberikan rasa lega bagi publik yang mengikuti perkembangan misi ini dengan saksama.