Mirae Asset Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham JPFA Target Rp3.750

Mirae Asset Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham JPFA Target Rp3.750
Foto: Ilustrasi Mirae Asset Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham JPFA Target Rp3.750.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga Rp3.750 per saham. Penegasan ini disampaikan dalam riset teranyar yang dikutip pada Jumat, 22 Mei 2026, seiring dengan proyeksi potensi kenaikan harga saham sekitar 48 persen dari posisi saat ini di kisaran Rp2.350.

Kinerja keuangan perseroan yang solid pada kuartal pertama tahun ini menjadi dasar utama keputusan tersebut, didukung oleh perluasan margin keuntungan serta perbaikan struktur modal yang signifikan. Laporan dari Investortrust menunjukkan bahwa emiten perunggasan ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 23,6 persen secara tahunan menjadi Rp17,7 triliun, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 167 persen hingga mencapai Rp1,8 triliun.

Pada saat yang sama, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA dari JPFA melesat 102,1 persen menjadi Rp2,9 triliun. Penguatan profitabilitas ini didorong oleh kenaikan harga rata-rata ayam pedaging sebesar 14,7 persen menjadi Rp22.054 per kilogram dan harga day old chick yang tumbuh 23,5 persen menjadi Rp6.816 per ekor, ditambah efisiensi operasional yang menekan rasio biaya penjualan, umum, dan administrasi terhadap penjualan menjadi 10,8 persen.

ÔÇ£Kinerja kuartal I-2026 solid dan masih berada dalam kisaran historis lima tahun untuk kuartal pertama, sekaligus mendukung proyeksi setahun penuh,ÔÇØ tulis Andreas Saragih, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam risetnya.

Sektor hilir perusahaan mulai berkontribusi positif di mana segmen peternakan menyumbang laba sebelum bunga dan pajak sebesar 54,2 persen, atau tumbuh 22,4 poin dari periode tahun sebelumnya. Di sisi lain, lini bisnis pakan ternak tetap menjadi pilar utama pendapatan dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 25,3 persen secara tahunan menjadi Rp4,7 triliun serta margin laba usaha sebesar 21,3 persen.

ÔÇ£Keberlanjutan strategi pengalihan bisnis terlihat pada kuartal pertama 2026, dengan segmen peternakan menghasilkan pendapatan dan kontribusi EBIT yang lebih tinggi, sementara segmen pakan tetap mencatat hasil kuat sebagai jangkar margin yang stabil,ÔÇØ ujar Andreas Saragih, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Kondisi neraca keuangan emiten juga terpantau semakin sehat setelah utang berbunga ditekan dari Rp11,7 triliun pada akhir tahun 2025 menjadi Rp8 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Penurunan jumlah liabilitas tersebut berhasil memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas perusahaan dari posisi 0,63 kali menjadi 0,39 kali, yang dinilai dapat menurunkan risiko pembiayaan kembali sekaligus memperluas ruang bagi belanja modal.

Artikel terkait

Rekomendasi