Minamas Plantation Salurkan Bantuan Pasca-Banjir Aceh Tamiang Rp 11,7 Miliar

Minamas Plantation Salurkan Bantuan Pasca-Banjir Aceh Tamiang Rp 11,7 Miliar
Foto: Ilustrasi Minamas Plantation Salurkan Bantuan Pasca-Banjir Aceh Tamiang Rp 11,7 Miliar.

Pemulihan masyarakat pasca-banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, mendapatkan dukungan dana kemanusiaan. Dilansir dari Lestari, Minamas Plantation mengucurkan bantuan senilai Rp 11,7 miliar untuk memulihkan wilayah terdampak.

Dana bantuan tersebut dialokasikan untuk berbagai sektor penting. Di antaranya pembangunan hunian sementara (huntara), trauma healing, bantuan tunai, perlengkapan rumah tangga, sarana sekolah, hingga beasiswa pendidikan.

Fasilitas hunian sementara tersebut resmi dibuka pada Senin (19/5/2026). Agenda peresmian ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi bersama CEO Minamas Plantation Azmi Jaafar.

Infrastruktur huntara ini ditargetkan menjadi tempat bernaung yang layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Keberadaan hunian ini diharapkan mempercepat proses pemulihan sosial ekonomi masyarakat lokal.

Pihak korporasi menegaskan komitmennya untuk mengawal fase pemulihan ini secara berkelanjutan. Langkah ini diambil agar dampak bencana dapat ditangani dari berbagai aspek kehidupan warga.

"Kami ingin hadir tidak hanya pada saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan," kata Azmi dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Menurut Azmi, proses rehabilitasi idealnya berjalan menyeluruh. Hal itu mencakup penyediaan tempat tinggal, penanganan psikologis korban, hingga keberlangsungan akses pendidikan anak-anak.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyambut positif inisiatif pemulihan yang diinisiasi oleh pihak swasta tersebut. Kontribusi sektor usaha dinilai krusial dalam mempercepat normalisasi wilayah.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian perusahaan yang hadir dengan dukungan yang komprehensif, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan," ujar Armia.

Sebelumnya, bencana banjir besar melanda sejumlah kawasan di Aceh Tamiang. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan rumah tinggal serta melumpuhkan aktivitas harian warga setempat.

Pembangunan huntara dan fasilitas pendukung ini diproyeksikan mampu menjaga pemenuhan kebutuhan dasar publik. Selain itu, program beasiswa dipersiapkan agar kegiatan belajar mengajar anak-anak tidak terputus.

Artikel terkait

Rekomendasi