Milenial dan Gen Z Dominasi Demografi Jakarta Tahun 2025

Milenial dan Gen Z Dominasi Demografi Jakarta Tahun 2025
Foto: Ilustrasi Milenial dan Gen Z Dominasi Demografi Jakarta Tahun 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat mayoritas penduduk di Jakarta saat ini didominasi oleh kelompok generasi muda pada Rabu (6/5/2026). Data tersebut menunjukkan bahwa gabungan generasi milenial dan Gen Z menjadi porsi terbesar dari total 10,72 juta jiwa penduduk di ibu kota.

Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dilansir dari Megapolitan memaparkan komposisi warga secara rinci. Generasi milenial tercatat mencapai 24,82 persen, disusul oleh Gen Z sebesar 24,12 persen, sementara Generasi X berada di angka 21,85 persen dan Post Gen Z sebanyak 17,78 persen.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, memberikan penegasan terkait dominasi usia produktif tersebut. Menurutnya, potret kependudukan ini menjadi bukti nyata kekuatan demografi Jakarta saat ini.

ÔÇ£Dari potret demografi Jakarta 2025 penduduk generasi milenial mencapai 24,82 persen dan gen Z 24,12 persen dan ini mendominasi,ÔÇØ kata Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik.

Dominasi kelompok muda ini berimplikasi pada munculnya periode bonus demografi di Jakarta. Chico menambahkan bahwa hasil survei kependudukan terbaru tersebut memberikan sinyal kuat mengenai posisi strategis Jakarta.

ÔÇ£SUPAS 2025 memberikan sinyal kuat bahwa Jakarta sedang berada di puncak bonus demografi,ÔÇØ kata Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik.

Data SUPAS 2025 turut menunjukkan rasio ketergantungan penduduk Jakarta berada di level rendah, yakni 40,34. Kondisi ini mencerminkan beban penduduk usia nonproduktif terhadap usia produktif masih tergolong ringan.

Statistik lainnya mencatat angka kelahiran atau total fertility rate (TFR) sebesar 1,79 anak per perempuan dengan penggunaan kontrasepsi mencapai 54,72 persen. Di sisi lain, angka kematian bayi berada di posisi 9,26 dan kematian balita pada angka 10,73 per 1.000 kelahiran hidup.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun langkah strategis untuk merespons dinamika penduduk ini, termasuk penguatan program kesehatan reproduksi. Selain itu, terdapat fokus pada pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan vokasi dan dukungan bagi ekosistem startup.

ÔÇ£Ke depan, fokus kami pada pemberdayaan generasi muda, perlindungan kelompok rentan, serta pengelolaan kependudukan yang terencana,ÔÇØ kata Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik.

Selain kelompok usia produktif, BPS juga mencatat keberadaan warga lanjut usia yang mencapai 12,01 persen dari total penduduk. Sedangkan kelompok penduduk paling sedikit ditempati oleh kalangan Baby Boomer sebesar 10,72 persen dan Pre Boomer hanya 0,71 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi