Potensi besar logam tanah jarang (rare earth element) di Indonesia dijadwalkan menjadi topik utama dalam konferensi METCONNEX 2026 yang akan berlangsung mulai 11 hingga 13 Mei 2026 mendatang. Perhelatan ini digelar di tengah upaya intensif pemerintah dalam mempercepat program hilirisasi serta pengembangan sektor industri strategis nasional.
Eksplorasi nasional saat ini terus ditingkatkan guna mengidentifikasi volume cadangan logam tanah jarang secara akurat di berbagai wilayah. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, keberhasilan proses ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah dengan para akademisi dan ahli pertambangan profesional.
Mantan Dirut Antam sekaligus Chairman Ikatan Alumni Tambang (IAT) ITB, Achmad Ardianto, menilai keterlibatan tenaga ahli sangat krusial seiring rencana pembentukan Badan Industri Mineral (BIM). Institusi baru tersebut diharapkan mampu menyelaraskan langkah para profesional dengan target strategis negara.
"Kita ingin mengekspos isu itu, Pak Prabowo sudah ngomong membentuk Badan Industri Mineral (BIM) membentuk Perminas. Nah dengan adanya BIM dan Perminas tentu saja profesi-profesi profesional yang mengetahui cara mengeksplorasi logam tanah jarang, yang mengetahui cara menambang logam tanah jarang, yang mengetahui cara mengolah logam tanah jarang dengan teknologi-teknologi terkini itu bisa mengetahui dan bisa melakukan melakukan alignment terhadap upaya pemerintah," ujar Achmad Ardianto, Kamis (7/6/2026).
Selain fokus pada mineral mentah, transformasi digital melalui penerapan kecerdasan buatan (AI) turut menjadi sorotan dalam upaya modernisasi sektor tambang. Achmad menekankan bahwa efisiensi dan daya saing industri nasional hanya bisa dicapai jika Indonesia proaktif dalam menyiapkan kompetensi tenaga kerja di bidang teknologi baru.
"Nah, kalau kita tidak antisipatif terhadap teknologi baru yang digunakan di industri pertambangan maka akan ada satu titik di mana kita ketinggalan," ujar Achmad Ardianto.
METCONNEX 2026 sendiri dirancang sebagai wadah kolaborasi bagi pemangku kepentingan di ekosistem industri pertambangan dan pengolahan. Dengan mengusung tema penguatan industri metalurgi, acara ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk mineral dan logam nasional secara berkelanjutan.