Tiga menteri Kabinet Merah Putih menggelar pertemuan dengan puluhan investor asal China di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa sore untuk membahas berbagai kendala investasi di Indonesia.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, seperti dilansir dari Investor Daily. Selain jajaran menteri, Duta Besar China beserta perwakilan dari sekitar 30 perusahaan asal negeri tirai bambu tersebut turut hadir dalam koordinasi ini.
Langkah evaluasi ini diambil pemerintah untuk memastikan iklim investasi di tanah air tetap terjaga dengan baik. Fokus utama koordinasi diarahkan pada sektor pertambangan yang mendominasi profil perusahaan yang hadir, guna memastikan kesinambungan usaha sekaligus menjaga stabilitas penerimaan negara.
Menteri ESDM menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk koordinasi langsung guna mengidentifikasi hambatan yang dihadapi para pelaku usaha asing di lapangan.
"Tadi saya, Pak Rosan, Menteri Investasi dan Pak Purbaya, Menteri Keuangan dan Pak Dubes mengundang investor Tiongkok yang sudah beroperasi di sini. Kita melakukan rapat koordinasi tentang apa aja kendala mereka," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Bahlil kemudian menegaskan bahwa pertemuan bersama mitra investasi asing ini tidak didasari oleh adanya surat keluhan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) China yang beredar beberapa waktu lalu.
"Enggak ada, saya tidak menganggap (adanya surat keluhan) itu, saya kan rutin aja," pungkas Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.