Menteri Energi ASEAN Sepakati 12 Kerja Sama Sektor Energi Bersih

Menteri Energi ASEAN Sepakati 12 Kerja Sama Sektor Energi Bersih
Foto: Ilustrasi Menteri Energi ASEAN Sepakati 12 Kerja Sama Sektor Energi Bersih.

Menteri Energi ASEAN meresmikan 12 bentuk kerja sama sektor energi bersih guna memperkokoh kemitraan interkonektivitas, keberlanjutan, dan inovasi di Asia Tenggara pada Jumat (25/8/2023). Kesepakatan strategis ini berlangsung di sela pertemuan Menteri Energi ASEAN (AMEM) ke-41 di Nusa Dua, Bali.

Pemerintah membuka ruang bagi sektor swasta untuk ikut serta dalam pengembangan infrastruktur energi lintas negara. Dilansir dari Investortrust, inisiatif ini bertujuan memperluas jaringan energi yang terintegrasi di seluruh kawasan ASEAN.

"Kami buka kesempatan kepada swasta untuk berpartisipasi memperluas interkonektivitas energi di kawasan Asean," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Pelaksanaan kerja sama ini dimandatkan kepada ASEAN Center for Energy (ACE) melalui kolaborasi dengan instansi pemerintah, korporasi, hingga lembaga akademisi. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi keahlian untuk menjaga stabilitas energi regional.

Studi Rencana Induk Interkoneksi ASEAN (AIMS) III menjadi salah satu poin utama dengan identifikasi 18 potensi interkoneksi lintas batas. Target kapasitas kumulatif dari proyek ini diproyeksikan mencapai 33 gigawatt pada tahun 2040 mendatang.

Fokus awal studi kelayakan akan menyasar dua lokasi strategis, yaitu Sumatera-Semenanjung Malaysia dan Kalimantan-Sabah. Proyek Sumatera-Semenanjung Malaysia direncanakan menjadi interkoneksi bawah laut pertama yang menghubungkan jaringan listrik antarnegara di kawasan tersebut.

Selain proyek infrastruktur fisik, ACE juga menggandeng lembaga internasional seperti UNOPS dan GIZ melalui proyek Clean, Affordable and Secure Energy for Southeast Asia (CASE). Kemitraan ini bertujuan mengimplementasikan program jaringan pembangkit listrik dan percepatan integrasi energi terbarukan.

Kolaborasi internasional lainnya mencakup kerja sama dengan ASEAN-China Clean Energy Cooperation Centre (ACCECC) untuk penelitian bersama dan berbagi pengetahuan. ACE juga bekerja sama dengan Korean Development Bank (KDB) dalam pembiayaan efisiensi energi industri di Indonesia.

Sejumlah lembaga donor dan pembangunan seperti Asian Development Bank (ADB) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) turut menandatangani nota kesepahaman. Fokus utamanya meliputi dekarbonisasi, pasar tenaga regional, serta pengaturan perdagangan tenaga multilateral di Asia Tenggara.

Sektor akademisi juga dilibatkan melalui kemitraan dengan Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) Malaysia, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali, dan Waseda University. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kapasitas penelitian, pelatihan, dan pertukaran ilmu pengetahuan di bidang energi.

Artikel terkait

Rekomendasi