Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dipicu oleh ketidakpastian pasar saham terhadap dampak kebijakan pembentukan badan ekspor setelah rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).
Pelemahan indeks bursa domestik tersebut terjadi akibat para pelaku pasar yang dinilai belum memahami mekanisme serta manfaat dari badan ekspor yang kini sedang disiapkan oleh pemerintah.
"Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut jual dulu," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Tekanan terhadap pasar saham diyakini hanya bersifat sementara, dan IHSG berpotensi kembali menguat setelah investor memahami tujuan regulasi tersebut, seperti dilansir dari Investor Daily.
"Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harganya akan naik," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Penutupan celah praktik under-invoicing dalam kegiatan ekspor menjadi salah satu tujuan utama dari pembentukan badan ekspor baru tersebut.
"Karena gini, nanti under-invoicing kan akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Langkah ini dinilai akan membuat laporan keuangan emiten, terutama di sektor ekspor dan komoditas, menjadi lebih transparan karena nilai penjualan terefleksi secara utuh.
"Sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka yang murni. Jadi perusahaannya juga akan untung," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Kebijakan tersebut diproyeksikan mampu mendorong peningkatan valuasi perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa dalam jangka panjang secara signifikan.
"Jadi harusnya bisa double untungnya yang listing di bursa yang dilaporkan ya. Jadi harusnya ini akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan yang di bursa. Pasti pelan-pelan akan naik secara signifikan," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Mengenai keberlanjutan kontrak jangka panjang milik eksportir, badan ekspor nantinya dikelola perusahaan independen yang akan berkoordinasi langsung dengan para pelaku usaha.
"Nanti kita lihat bagaimana badan ekspor itu mengendalikan, karena bukan saya, dan itu perusahaan yang nanti adalah perusahaan independen, nanti dia akan mungkin diskusi sama perusahaannya seperti apa," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
IHSG ambruk 174,14 poin atau 2,76 persen ke level 6.144 pada sesi I perdagangan Kamis (21/5/2026), yang menjadi level terendah sejak Maret 2026.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa kebijakan satu pintu itu dinilai memengaruhi efisiensi perdagangan serta menimbulkan ketidakpastian di kalangan pelaku usaha.
"Meski ditujukan untuk memperbaiki tata niaga dan meningkatkan penerimaan negara, pasar masih mencermati dampaknya terhadap arus perdagangan dan minat investor," ujar Pilarmas Investindo Sekuritas.