Menkeu Purbaya Dorong Penguatan Sektor Swasta di Jefes 2026

Menkeu Purbaya Dorong Penguatan Sektor Swasta di Jefes 2026
Foto: Ilustrasi Menkeu Purbaya Dorong Penguatan Sektor Swasta di Jefes 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong penguatan peran sektor swasta sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi nasional dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Jumat, 22 Mei 2026, dilansir dari Suara.

Langkah strategis tersebut diambil karena pertumbuhan ekonomi nasional tidak boleh hanya bertumpu pada belanja pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dari iklim investasi yang sehat agar dunia usaha dapat bergerak lebih aktif.

Pemerintah berkomitmen memperbaiki iklim investasi melalui pembentukan Satgas Debottlenecking demi mengaktifkan kembali peran swasta dalam mempercepat laju pertumbuhan dan menjaga stabilitas ekonomi.

"Selain belanja pemerintah, kita menggerakkan private sector juga, sehingga mesin kita jalan dua-duanya, yaitu sekor swasta dan pemerintah," ungkap Purbaya dikutip dari siaran pers Kementerian Keuangan pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Kolaborasi antara sektor publik dan swasta ini dinilai krusial dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia serta meningkatkan daya saing Indonesia secara global.

"Sektor swasta musti diaktifkan lagi, kita perbaiki iklim investasinya, salah satunya melalui Satgas Debottlenecking," imbuh Purbaya.

Selain membahas investasi swasta, kondisi fiskal Indonesia dipastikan tetap terjaga dengan baik melalui efisiensi anggaran belanja negara dan pelaksanaan reformasi sistem perpajakan.

"Kita sudah berkesinambungan fiskalnya, Coretax sekarang juga sudah lebih baik. Saya tidak akan naikkan tarif pajak, tapi saya akan bikin ekonominya bagus, sehingga orang akan bayar pajak dengan gembira," beber Purbaya.

Upaya optimalisasi ini ditargetkan mampu memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi tanpa memicu peningkatan defisit anggaran belanja pemerintah.

"Defisit nggak bertambah, tapi perekonomian kita tumbuh lebih cepat, karena kita bisa me-manage anggaran dengan lebih efisien dan mendorong partisipasi swasta," tandas Purbaya.

Jogja Financial Festival 2026 diselenggarakan atas kolaborasi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan guna memperkuat literasi serta inklusi keuangan masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi