Menteri Raja Juli Antoni Paparkan Penurunan Karhutla Indonesia di PBB

Menteri Raja Juli Antoni Paparkan Penurunan Karhutla Indonesia di PBB
Foto: Ilustrasi Menteri Raja Juli Antoni Paparkan Penurunan Karhutla Indonesia di PBB.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memaparkan keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Senin (11/5/2026). Pencapaian ini diklaim sebagai wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam melindungi ekosistem hutan berkelanjutan.

Data yang dipaparkan menunjukkan hasil signifikan dalam upaya mitigasi krisis iklim nasional. Dilansir dari Investor Daily, pemerintah mencatatkan penurunan luas wilayah yang terbakar mencapai puluhan persen dalam periode satu dekade terakhir melalui penguatan berbagai sistem perlindungan.

"Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah berhasil mengurangi luas kebakaran hutan dan lahan sebesar 86%. Keberhasilan ini merupakan hasil dari penguatan sistem pencegahan dan peringatan dini yang terintegrasi, penegakan hukum yang tegas, serta pendekatan berbasis masyarakat di tingkat tapak," ujar Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan.

Antoni menjelaskan bahwa tren positif ini terus berlanjut pada periode 2024-2025. Penurunan luas karhutla tersebut didukung oleh peningkatan efektivitas pemantauan titik panas serta kecepatan respons tim pemadam gabungan saat terjadi kebakaran di lapangan.

"Tahun ini kita harus jauh lebih hati-hati. Adanya potensi kemarau yang lebih panjang akibat El Nino menuntut kewaspadaan tinggi dari kita semua. Saya meminta seluruh jajaran dan mitra terkait untuk tidak lengah dan terus meningkatkan patroli serta pemantauan di wilayah-wilayah rawan," tandas Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan.

Penegasan tersebut berkaitan dengan prediksi cuaca yang menunjukkan munculnya fenomena El Nino dengan intensitas rendah hingga moderat pada Juni 2026. Kondisi ini diprediksi akan memperpanjang masa kekeringan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan.

"Kolaborasi dan kesiapsiagaan adalah kunci. Kita harus memastikan bahwa angka karhutla dapat terus ditekan demi menjaga kelestarian hutan dan memastikan kualitas udara yang sehat bagi masyarakat," pungkas Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan.

Dalam kunjungan ke New York tersebut, Menteri Kehutanan didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Delegasi Republik Indonesia tersebut meliputi Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, serta Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan.

Artikel terkait

Rekomendasi