Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menginstruksikan seluruh prajurit TNI di tanah Papua untuk memperkuat sinergisitas dengan warga setempat pada Sabtu (23/5/2026). Pengarahan langsung ini diberikan kepada personel Yonif TP 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Dilansir dari Media Indonesia, kunjungan kerja ke wilayah terluar ini bertujuan memantau kondisi riil sekaligus memberikan dorongan moral bagi para personel di daerah operasi. Menhan mengingatkan pentingnya dampak positif kehadiran militer karena seluruh operasional, perlengkapan, dan fasilitas dibiayai oleh uang rakyat.
"Seluruh perlengkapan dan fasilitas yang digunakan prajurit berasal dari rakyat, sehingga setiap prajurit harus senantiasa menjaga hubungan baik dengan masyarakat," ujar Sjafrie melalui keterangannya, Senin (25/5/2026).
Sjafrie juga berpesan agar personel TNI menahan diri dan menjaga sikap demi menghindari tindakan yang menyakiti hati rakyat. Menurut penegasannya, TNI merupakan tentara rakyat yang mengabdi serta akan kembali ke lingkungan masyarakat.
"Kehadiran saya bertujuan untuk memberikan semangat sekaligus apresiasi kepada para prajurit muda yang bertugas di daerah operasi," jelas Sjafrie.
Meskipun Yonif TP 861 merupakan satuan pembinaan untuk melatih kemampuan dasar militer, kesiapsiagaan di lapangan tidak boleh menurun. Penjagaan kedaulatan negara harus tetap berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI.
"Namun seluruh personel tetap harus memiliki kesiapan penuh sebagai prajurit yang bertugas di wilayah operasi," tegas Sjafrie.
Letak geografis di ujung timur Indonesia membuat prajurit Yonif TP 861/Maleo Kamur dituntut siap menghadapi tantangan tugas yang kompleks. Terkait kondisi tersebut, para komandan satuan diperintahkan untuk memelihara kekompakan, mengasah kemampuan bela diri taktis, dan memperkuat persaudaraan internal tanpa memandang ego kesukuan.