Mengenal Tinglish Ragam Bahasa Inggris Unik dari Thailand

Mengenal Tinglish Ragam Bahasa Inggris Unik dari Thailand
Foto: Ilustrasi Mengenal Tinglish Ragam Bahasa Inggris Unik dari Thailand.

Singapura memiliki Singlish sebagai identitas linguistiknya, sementara Thailand mempunyai varian unik yang dikenal dengan sebutan Tinglish atau Thailand English. Fenomena kebahasaan ini menjadi jembatan komunikasi yang menarik di Negeri Gajah Putih tersebut.

Istilah Tinglish sendiri merupakan akronim yang menggabungkan kata Thailand dan Inggris. Dilansir dari Detik Travel, bahasa ini berfungsi sebagai versi modifikasi bahasa Inggris yang menyesuaikan dengan pola tutur masyarakat lokal.

Keberadaan Tinglish sangat lazim ditemui pada titik-titik pariwisata utama seperti Bangkok, Phuket, Chiang Mai, hingga Pattaya. Ragam bahasa ini memungkinkan warga lokal berinteraksi dengan turis meski kemampuan bahasa Inggris mereka tidak mengikuti standar formal.

Salah satu ciri yang paling menonjol dari Tinglish adalah penyederhanaan tata bahasa. Struktur kalimatnya seringkali terlihat terbalik atau menghilangkan elemen penting yang biasanya wajib ada dalam bahasa Inggris standar.

Sebagai contoh, kalimat penunjuk waktu lampau seperti "I didn't want to go yesterday" dalam Tinglish bisa berubah menjadi "Yesterday I not want go". Pola ini menunjukkan adaptasi bahasa yang mengutamakan pemahaman konteks daripada aturan gramatikal yang kaku.

Terdapat juga kecenderungan pengulangan kata yang mengadopsi pola bahasa Thailand. Ungkapan populer seperti "same same" yang berarti sama-sama, atau "near near" untuk menyatakan jarak yang sangat dekat, menjadi bukti adaptasi tersebut.

Pengaruh Linguistik Bahasa Thailand

Secara teknis, bahasa Thailand sangat bergantung pada konteks dan sering menghilangkan penggunaan kata ganti, artikel, atau penanda waktu. Hal inilah yang kemudian terbawa ke dalam penggunaan Tinglish sehari-hari.

Dalam bahasa Inggris formal, kalimat "I am going to the market" memerlukan subjek, kata kerja bantu, preposisi, dan artikel. Namun, penutur bahasa Thailand secara harfiah sering menerjemahkannya menjadi "pergi ke pasar" atau bai talat.

Akibatnya, penggunaan Tinglish sering kali mengabaikan konjugasi kata kerja dan kata sandang seperti "a", "an", atau "the". Bahkan kata kerja bantu seperti "is" atau "are" sering ditiadakan dalam percakapan spontan.

Aspek Pengucapan dan Format Waktu

Selain tata bahasa, pengucapan atau pelafalan menjadi aspek yang sangat mencolok. Beberapa bunyi konsonan dalam bahasa Inggris yang tidak terdapat di alfabet Thailand akan mengalami penyesuaian bunyi saat diucapkan.

Bunyi "th" pada kata "think" atau "that" sering kali berubah menjadi bunyi "t" atau "d". Begitu pula dengan bunyi "r" yang kerap terdengar lebih mirip dengan bunyi "l" oleh telinga pendengar asing.

Perbedaan juga muncul dalam sistem penyebutan waktu. Jika mayoritas penutur bahasa Inggris menggunakan sistem 12 jam (AM/PM), masyarakat Thailand lebih akrab dengan format 24 jam.

Dalam penggunaan Tinglish, seseorang mungkin akan mengajak Anda bertemu dengan kalimat "See you at 15:00". Ungkapan tersebut secara spesifik merujuk pada pukul 3 sore, sesuai dengan kebiasaan penunjuk waktu yang berlaku di sana.

Artikel terkait

Rekomendasi