Mengenal Rukun Haji dan Urutannya agar Ibadah Sah

Mengenal Rukun Haji dan Urutannya agar Ibadah Sah
Foto: Ilustrasi Mengenal Rukun Haji dan Urutannya agar Ibadah Sah.

Memahami rukun haji beserta urutannya merupakan aspek krusial bagi setiap jemaah agar ibadah berjalan sempurna dan berpahala utuh. Dilansir dari Detikcom, rukun adalah unsur pokok yang wajib dilaksanakan dan tidak dapat digantikan dengan denda atau dam.

Kewajiban melaksanakan ibadah ini ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 97 sebagai bentuk ketaatan bagi umat yang mampu secara fisik maupun finansial.

┘ü┘É┘è┘Æ┘ç┘É Ïº┘░┘è┘░Ϭ┘î█ó Ï¿┘Ä┘è┘æ┘É┘å┘░Ϭ┘î ┘à┘æ┘Ä┘é┘ÄϺ┘à┘ŠϺ┘ÉÏ¿┘ÆÏ▒┘░┘ç┘É┘è┘Æ┘à┘Ä █ò█Ü ┘ê┘Ä┘à┘Ä┘å┘Æ Ï»┘ÄÏ«┘Ä┘ä┘Ä┘ç┘ù ┘â┘ÄϺ┘å┘Ä Ïº┘░┘à┘É┘å┘ïϺ █ù ┘ê┘Ä┘ä┘É┘ä┘æ┘░┘ç┘É Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ│┘É Ï¡┘Éϼ┘æ┘ŠϺ┘ä┘ÆÏ¿┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘É ┘à┘Ä┘å┘É ÏºÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏÀ┘ÄϺÏ╣┘Ä Ïº┘É┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É Ï│┘ÄÏ¿┘É┘è┘Æ┘ä┘ïϺ █ù ┘ê┘Ä┘à┘Ä┘å┘Æ ┘â┘Ä┘ü┘ÄÏ▒┘Ä ┘ü┘ÄϺ┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Ä Ï║┘Ä┘å┘É┘è┘æ┘î Ï╣┘Ä┘å┘É Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘░┘ä┘Ä┘à┘É┘è┘Æ┘å┘Ä

Artinya: "Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam."

Ketentuan mengenai rukun ini bersifat mutlak dalam syariat Islam. Jika seorang jemaah meninggalkan salah satu rukun, maka rangkaian hajinya dianggap tidak sah dan harus diulang pada tahun berikutnya.

Secara umum, terdapat enam rukun yang harus dipenuhi oleh jemaah. Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan-tahapan tersebut secara berurutan.

Pertama adalah Ihram, yakni niat untuk melaksanakan ibadah semata-mata karena Allah SWT. Pada tahap ini, jemaah mengenakan pakaian ihram sebagai penanda resmi dimulainya ibadah haji.

Kedua, Wukuf di Arafah yang dilakukan dengan berdiam diri di Padang Arafah pada 9 Zulhijah. Selama wukuf, jemaah memperbanyak zikir dan talbiyah, serta tidak boleh diwakilkan oleh orang lain.

Ketiga adalah Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Bagi jemaah yang mengalami kendala fisik atau uzur syar'i, ibadah ini dapat dilakukan dengan bantuan kursi roda atau digendong.

Keempat, Sai yang dilakukan dengan berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sepanjang jalur ini, jemaah disunnahkan membaca doa, zikir, dan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Kelima adalah Tahallul, yaitu proses mencukur atau memotong rambut minimal tiga helai. Tahapan ini dilakukan setelah jemaah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji utama.

Keenam adalah Tertib. Rukun terakhir ini menegaskan bahwa seluruh rangkaian haji harus dilaksanakan sesuai urutan, waktu, dan tempat yang telah ditetapkan oleh syariat tanpa ada yang terlewat.

Perbedaan Pandangan Empat Mazhab

Meskipun tujuan utamanya sama, terdapat perbedaan rincian mengenai jumlah rukun haji menurut empat mazhab besar dalam Islam. Hal ini didasarkan pada ijtihad masing-masing ulama dalam menafsirkan dalil.

Mazhab Maliki dan Hanbali menetapkan empat rukun haji, yakni ihram, tawaf ifadah, sai, dan wukuf di Arafah. Sementara itu, mazhab Hanafi hanya menetapkan dua rukun utama, yaitu wukuf di Arafah dan tawaf ifadah.

Bagi penganut mazhab Syafi'i, rukun haji terdiri dari enam perkara lengkap. Komponen tersebut meliputi ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sai, tahallul, hingga aspek tertib dalam pelaksanaannya.

Artikel terkait

Rekomendasi