Tradisi mudik menjadi fenomena tahunan yang identik dengan momen kebersamaan keluarga saat jutaan orang menempuh perjalanan jauh demi pulang ke kampung halaman.
Di Indonesia, pergerakan massal ini lekat dengan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, namun fenomena serupa dalam skala yang jauh lebih besar terjadi di China melalui peristiwa Chunyun.
Dikutip dari Caritahu, orang-orang yang merantau di kota besar China akan kembali ke kampung halaman menjelang dan setelah Tahun Baru Imlek untuk berkumpul bersama keluarga.
Chunyun memegang rekor sebagai migrasi manusia tahunan terbesar di dunia karena memiliki beberapa karakteristik khusus yang membedakannya dari negara lain.
Setiap tahun, jumlah pergerakan selama periode Chunyun bisa mencapai lebih dari 2 hingga 3 miliar perjalanan yang mencakup transportasi kereta, bus, pesawat, hingga kendaraan pribadi.
Sistem transportasi seperti China Railway bahkan harus menambah ribuan perjalanan kereta tambahan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang yang luar biasa tersebut.
Momen ini dianggap sangat penting untuk reuni keluarga serta penghormatan terhadap orang tua dan leluhur dengan durasi yang berlangsung panjang selama lebih dari sebulan.
Sebagai perbandingan, tradisi mudik di Indonesia saat Idulfitri memang sangat besar dan kompleks, namun jumlah pergerakannya masih berada di bawah Chunyun di China.
Tradisi Pulang Kampung di Berbagai Negara
Selain China dan Indonesia, beberapa negara lain juga memiliki tradisi pulang kampung yang masif pada waktu-waktu tertentu.Di India, arus mudik besar terjadi saat perayaan seperti Diwali dan Eid al-Fitr, di mana sistem kereta api Indian Railways sering mengalami lonjakan penumpang luar biasa hingga tiket habis dalam hitungan menit.
Amerika Serikat mengalami musim perjalanan tersibuk saat Thanksgiving dan Natal yang memicu kemacetan panjang serta lonjakan harga tiket bagi jutaan pengguna mobil, pesawat, dan kereta.
Masyarakat Brasil melakukan pengosongan kota besar seperti São Paulo dan Rio de Janeiro saat Natal dan Carnival demi pulang ke daerah asal atau berlibur bersama keluarga.
Kepadatan ekstrem di transportasi darat dan sungai juga terjadi di Bangladesh ketika jutaan orang meninggalkan ibu kota Dhaka menuju desa menjelang Eid al-Fitr dan Eid al-Adha.
Sementara di Filipina, tradisi mudik dikenal dengan sebutan "homecoming" yang memadati terminal bus, pelabuhan, dan bandara saat perayaan Natal serta Semana Santa.