Doa qunut merupakan permohonan yang dipanjatkan umat Islam saat berada dalam posisi berdiri atau i'tidal ketika menjalankan ibadah salat. Secara bahasa, qunut berasal dari kata qonata yang mengandung makna ketundukan, kepatuhan, serta kekhusyukan dalam beribadah kepada Allah SWT.
Secara praktis, doa ini menjadi sarana hamba untuk meminta kebaikan sekaligus memohon perlindungan dari berbagai keburukan. Dilansir dari Info, terdapat tiga kategori utama qunut yang lazim diamalkan oleh Muslim, yakni qunut Subuh, qunut nazilah, dan qunut witir.
Mengenai waktu pelaksanaannya, kalangan ulama terbagi dalam dua pandangan utama, yaitu dibaca sebelum ruku' atau setelah ruku'. Di Indonesia, mayoritas masyarakat yang menganut mazhab Imam Syafi'i umumnya membaca qunut setelah ruku', khususnya pada waktu Subuh.
Pembagian qunut dalam ilmu fiqih didasarkan pada fungsi dan waktu pelaksanaannya yang spesifik. Setiap jenis qunut memiliki konteks penggunaan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan spiritual umat.
1. Qunut Subuh
Qunut Subuh menjadi jenis yang paling sering dipraktikkan oleh umat Islam di Indonesia. Doa ini dibaca tepat pada rakaat kedua salat Subuh sebelum melakukan sujud.
Dalam pandangan mazhab Syafi'i, bacaan qunut Subuh identik dengan bacaan qunut witir. Dasar pengamalannya merujuk pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An NasaÔÇÖi, Tirmidzi, dan Ahmad.
Berikut adalah bacaan qunut Subuh dalam teks Arab:
Ϻ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ Ϻ┘ç┘ÆÏ»┘É┘å┘É┘ë ┘ü┘É┘è┘à┘Ä┘å┘Æ ┘ç┘ÄÏ»┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘ÄÏî ┘ê┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ü┘É┘å┘É┘ë ┘ü┘É┘è┘à┘Ä┘å┘Æ Ï╣┘ÄϺ┘ü┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘ÄÏî ┘ê┘ÄϬ┘Ä┘ê┘Ä┘ä┘Ä┘æ┘å┘É┘ë ┘ü┘É┘è┘à┘Ä┘å┘Æ Ï¬┘Ä┘ê┘Ä┘ä┘Ä┘æ┘èϬ┘ÄÏî ┘ê┘ÄÏ¿┘ÄϺÏ▒┘É┘â┘Æ ┘ä┘É┘ë ┘ü┘É┘è┘à┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ╣┘ÆÏÀ┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘Ä
┘ê┘Ä┘é┘É┘å┘É┘ë Ï┤┘ÄÏ▒┘Ä┘æ ┘à┘ÄϺ ┘é┘ÄÏÂ┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘ÄÏî ÏÑ┘É┘å┘Ä┘æ┘â┘Ä Ï¬┘Ä┘é┘ÆÏÂ┘É┘ë ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘è┘Å┘é┘ÆÏÂ┘Ä┘ë Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘â┘ÄÏî ┘ê┘ÄÏÑ┘É┘å┘Ä┘æ┘ç┘Å ┘ä┘ÄϺ ┘è┘ÄÏ░┘É┘ä┘Å┘æ ┘à┘Ä┘å┘Æ ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘ÄÏî ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ ┘è┘ÄÏ╣┘ÉÏ▓┘Å┘æ ┘à┘Ä┘å┘Æ Ï╣┘ÄϺϻ┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘ÄÏî Ϭ┘ÄÏ¿┘ÄϺÏ▒┘Ä┘â┘ÆÏ¬┘Ä Ï▒┘ÄÏ¿┘Ä┘æ┘å┘ÄϺ ┘ê┘ÄϬ┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘Ä
Artinya: "Ya Allah, berikanlah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berikanlah aku perlindungan sebagaimana orang yang Engkau lindungi. Jadikanlah aku dalam golongan orang yang Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan pada apa yang Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan hukum dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi."
2. Qunut Nazilah
Berbeda dengan qunut Subuh, qunut nazilah diamalkan ketika umat Islam sedang menghadapi situasi genting atau musibah besar. Bencana alam, peperangan, atau kondisi krisis lainnya menjadi latar belakang dibacakannya doa ini.
Fleksibilitas qunut nazilah terlihat dari waktu pelaksanaannya yang bisa dilakukan pada salat lima waktu. Narasi doanya menitikberatkan pada permohonan ampunan, penguatan persatuan umat, serta permintaan pertolongan Allah SWT.
Teks bacaan qunut nazilah adalah sebagai berikut:
Ϻ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ ϺÏ║┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘Æ ┘ä┘Ä┘å┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘ä┘É┘ä┘Æ┘à┘ÅÏñ┘Æ┘à┘É┘å┘É┘è┘å┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Æ┘à┘ÅÏñ┘Æ┘à┘É┘å┘ÄϺϬ┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ│┘Æ┘ä┘É┘à┘É┘è┘å┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ│┘Æ┘ä┘É┘à┘ÄϺϬ┘ÉÏî ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘ä┘É┘æ┘ü┘Æ Ï¿┘Ä┘è┘Æ┘å┘Ä ┘é┘Å┘ä┘Å┘êÏ¿┘É┘ç┘É┘à┘ÆÏî ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏÁ┘Æ┘ä┘ÉÏ¡┘Æ Ï░┘ÄϺϬ┘Ä Ï¿┘Ä┘è┘Æ┘å┘É┘ç┘É┘à┘ÆÏî ┘ê┘ÄϺ┘å┘ÆÏÁ┘ÅÏ▒┘Æ┘ç┘Å┘à┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ï╣┘ÄÏ»┘Å┘ê┘É┘æ┘â┘Ä ┘ê┘ÄÏ╣┘ÄÏ»┘Å┘ê┘É┘æ┘ç┘É┘à┘Æ
Ϻ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ Ϻ┘ä┘ÆÏ╣┘Ä┘å┘Æ ┘â┘Ä┘ü┘ÄÏ▒┘ÄÏ®┘Ä Ïú┘Ä┘ç┘Æ┘ä┘É Ïº┘ä┘Æ┘â┘ÉϬ┘ÄϺϿ┘É Ïº┘ä┘Ä┘æÏ░┘É┘è┘å┘Ä ┘è┘ÄÏÁ┘ÅÏ»┘Å┘æ┘ê┘å┘Ä Ï╣┘Ä┘å┘Æ Ï│┘ÄÏ¿┘É┘è┘ä┘É┘â┘ÄÏî ┘ê┘Ä┘è┘Å┘â┘ÄÏ░┘É┘æÏ¿┘Å┘ê┘å┘Ä Ï▒┘ÅÏ│┘Å┘ä┘Ä┘â┘ÄÏî ┘ê┘Ä┘è┘Å┘é┘ÄϺϬ┘É┘ä┘Å┘ê┘å┘Ä Ïú┘Ä┘ê┘Æ┘ä┘É┘è┘ÄϺÏí┘Ä┘â┘ÄÏî Ϻ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ Ï«┘ÄϺ┘ä┘É┘ü┘Æ Ï¿┘Ä┘è┘Æ┘å┘Ä ┘â┘Ä┘ä┘É┘à┘ÄϬ┘É┘ç┘É┘à┘ÆÏî ┘ê┘ÄÏ▓┘Ä┘ä┘ÆÏ▓┘É┘ä┘Æ Ïú┘Ä┘é┘ÆÏ»┘ÄϺ┘à┘Ä┘ç┘Å┘à┘ÆÏî ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘å┘ÆÏ▓┘É┘ä┘Æ Ï¿┘É┘ç┘É┘à┘Æ Ï¿┘ÄÏú┘ÆÏ│┘Ä┘â┘Ä Ïº┘ä┘Ä┘æÏ░┘É┘è ┘ä┘ÄϺ Ϭ┘ÅÏ▒┘ÄÏ»┘Å┘æ Ï╣┘Ä┘å┘É Ïº┘ä┘Æ┘é┘Ä┘ê┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘Æ┘à┘Åϼ┘ÆÏ▒┘É┘à┘É┘è┘å┘ÄÏî Ï¿┘ÉÏ│┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘É Ïº┘äÏ▒┘Ä┘æÏ¡┘Æ┘à┘Ä┘å┘É Ïº┘äÏ▒┘Ä┘æÏ¡┘É┘è┘à┘É Ïº┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ ÏÑ┘É┘å┘Ä┘æÏº ┘å┘ÄÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏ╣┘É┘è┘å┘Å┘â┘Ä
Artinya: "Ya Allah, ampunilah kami, orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, serta muslim laki-laki dan perempuan. Satukanlah hati mereka, perbaikilah hubungan di antara mereka, dan tolonglah mereka menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka. Ya Allah, timpakanlah laknat kepada orang-orang kafir dari ahli kitab yang menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi para wali-Mu. Ya Allah, pecah belahlah persatuan mereka, goyahkan kedudukan mereka, dan turunkan azab-Mu yang tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu."
3. Qunut Witir
Qunut witir dibaca saat menjalankan salat witir. Berdasarkan praktik mazhab Syafi'i, qunut ini umumnya mulai diamalkan pada separuh akhir bulan Ramadhan, tepatnya setelah pelaksanaan salat tarawih.
Isi bacaan qunut witir sama dengan qunut Subuh. Hal ini didasarkan pada riwayat hadis sahih dari para ulama besar seperti Abu Daud, An NasaÔÇÖi, Tirmidzi, dan Ahmad.
Pemahaman mengenai variasi qunut ini merupakan bagian penting dalam menjalankan ibadah sesuai tuntunan fiqih. Adanya perbedaan praktik di tengah masyarakat sebaiknya dimaknai sebagai kekayaan ajaran Islam yang mengedepankan sikap saling menghargai antarsesama Muslim.