Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Berhak Terima Daging Kurban

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Berhak Terima Daging Kurban
Foto: Ilustrasi Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Berhak Terima Daging Kurban.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pembagian daging kurban pada hari raya Idul Adha tidak terbatas untuk umat Islam saja, melainkan masyarakat nonmuslim juga berhak menerimanya. Pernyataan tersebut disampaikan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/5) sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Termasuk juga nonmuslim juga berhak untuk mendapatkan hewan kurban. Inilah Islam," ujar Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, esensi dari ibadah kurban tidak hanya mencakup ritual keagamaan, tetapi juga mengandung dimensi sosial dan kemanusiaan yang kuat. Penyaluran hewan kurban yang berjumlah ribuan setiap Idul Adha diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama mereka.

Pihak kementerian juga membuka kesempatan bagi pemeluk agama lain yang ingin berpartisipasi, baik dalam penyediaan hewan kurban maupun proses distribusinya kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kalau ada nonmuslim mau ikut berpartisipasi, menggunakan kesempatan ini memberikan kontribusinya untuk memberikan gizi dan protein kepada masyarakat, itu juga merupakan satu tindakan yang terpuji," kata Nasaruddin.

Lebih lanjut, Nasaruddin mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal sendiri telah menerima sejumlah bantuan hewan kurban dari lembaga-lembaga nonmuslim untuk kemudian disalurkan kepada warga yang berhak. Ia kembali menggarisbawahi bahwa kepedulian sosial serta semangat berbagi antarsesama manusia merupakan nilai paling utama dari ibadah ini.

"Kurban itu bukan hanya untuk umat Islam, tetapi siapa pun yang kelaparan, siapa pun yang membutuhkan," ucap Nasaruddin.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin mengutip hadits Nabi Muhammad SAW mengenai pentingnya memastikan kelaparan tidak terjadi pada hari raya bagi siapapun.

"Ada hadis nabi, ada seorang perempuan Yahudi kelaparan pada hari itu. Kata Rasulullah, tidak boleh ada yang kelaparan apa pun agamanya," ujar Nasaruddin.

Artikel terkait

Rekomendasi