PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) resmi mengambil langkah besar dengan mengubah nama entitas perusahaan menjadi PT MDS Retailing Tbk. Transformasi ini dilakukan sebagai sinyal peralihan dari model bisnis format tunggal menuju strategi ritel multi-konsep yang lebih luas.
Langkah rebranding di tingkat korporat ini diambil untuk memperluas portofolio bisnis yang kini mencakup berbagai merek gaya hidup baru. Emiten ritel legendaris ini berupaya mengamankan pertumbuhan masa depan melalui merek-merek khusus dengan margin tinggi.
Perubahan identitas hukum ini sekaligus menandai babak baru setelah 60 tahun beroperasi di Indonesia. Perusahaan kini membidik segmen konsumen urban muda di kota-kota besar dengan menawarkan kurasi produk fashion modern yang minimalis.
Dikutip dari Investortrust, CEO Monish Mansukhani menegaskan bahwa identitas baru tersebut mencerminkan ambisi perusahaan untuk mengelola beragam merek dan pengalaman berbelanja modern.
"We are growing beyond a single-format business model to become a company that manages various brands and more relevant shopping experience concepts," kata Monish Mansukhani.
Meskipun nama perusahaan di tingkat legal berubah, operasional jaringan 140 gerai fisik Matahari di 80 kota dipastikan tetap berjalan normal tanpa gangguan. Manajemen menegaskan bahwa seluruh gerai akan tetap mempertahankan penjenangan ikonik Matahari untuk menjaga kenyamanan pelanggan.
Saat ini, perusahaan sedang gencar mendorong sub-merek khusus seperti SUKO yang menyediakan kebutuhan harian fungsional di Jakarta dan Surabaya. Selain itu, terdapat merek pakaian urban kontemporer ZES, serta toko konsep multi-merek MU+KU.
Di samping mengembangkan merek baru, PT MDS Retailing Tbk tetap mempertahankan lini merek eksklusif miliknya seperti Nevada, COLE, Connexion, dan Little M untuk menjaga profitabilitas dan kontrol inventaris yang optimal.
"We remain committed to innovating, adapting to changing consumer needs, and creating sustainable value for all stakeholders," ujar Monish Mansukhani.