Hari Raya Waisak menjadi momen sakral yang diperingati oleh umat Buddha setiap tahunnya. Hari besar keagamaan ini ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.
Dilansir dari Popbela, perayaan ini ditujukan untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam perjalanan hidup Siddharta Gautama, yang merupakan pendiri agama Buddha.
Tiga peristiwa sakral tersebut meliputi kelahiran Siddharta Gautama di Taman Lumbini, pencapaian pencerahan sempurna di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya, serta wafatnya atau Parinirwana di Kusinara.
Secara etimologi, kata Waisak berasal dari bahasa Sanskerta "Vaishaka", yang merujuk pada nama bulan dalam kalender lunar India kuno. Dalam kalender Masehi, momentum ini bertepatan antara bulan April hingga Mei.
Pada tahun 2025, Hari Waisak jatuh pada hari Senin, 12 Mei. Pemerintah juga menetapkan hari Selasa, 13 Mei 2025, sebagai hari cuti bersama.
Kebijakan tersebut menciptakan masa libur panjang selama empat hari berturut-turut yang dimulai sejak akhir pekan. Libur panjang ini dirancang untuk memberikan waktu istirahat bagi masyarakat.
Selain itu, perputaran roda pariwisata, perhotelan, hingga sektor kuliner ikut bergerak lebih cepat. Dampak positif ini dirasakan langsung oleh sektor pariwisata dan ekonomi lokal, terutama di wilayah yang menjadi pusat perayaan.
Tema dan Rangkaian Kegiatan Waisak 2025
Perayaan Hari Raya Waisak 2025 mengusung tema "Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia". Pihak panitia juga menyertakan sub-tema "Bersatu Mewujudkan Damai Waisak untuk Kebahagiaan Semua Makhluk."
Kementerian Agama telah melaksanakan Veskha Snanda 2569 BE/Tahun 2025 sejak 11 April 2025 hingga 12 Mei 2025. Melalui Surat Pemberitahuan Tema Waisak 2569 BE/Tahun 2025, tema resmi tersebut disahkan.
Rangkaian kegiatan keagamaan sudah dimulai sejak awal Mei 2025 meskipun puncak ritual jatuh pada 12 Mei 2025. Rangkaian acara diawali dengan karya bakti di taman makam pahlawan seluruh Indonesia pada 4 Mei 2025.
Selanjutnya, bakti sosial pengobatan gratis digelar di Zona 2 Candi Borobudur pada 10 Mei 2025. Pada tanggal 10 hingga 11 Mei 2025, dilaksanakan prosesi Api Dharma di Mrapen, Grobogan, serta ritual penyakralan di Candi Mendut.
Prosesi pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit, Temanggung, dan ritual penyakralan di Candi Mendut dilangsungkan pada 11 Mei 2025.
Puncak acara pada 12 Mei 2025 diisi dengan Kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, pelepasan lampion, detik-detik Waisak pada pukul 23.55.29 WIB, serta ritual pradaksina mengitari Candi Borobudur sebanyak tiga kali searah jarum jam.