LPS Kejar Target Program Penjaminan Polis Asuransi Selesai pada 2027

LPS Kejar Target Program Penjaminan Polis Asuransi Selesai pada 2027
Foto: Ilustrasi LPS Kejar Target Program Penjaminan Polis Asuransi Selesai pada 2027.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan adanya kemajuan signifikan dalam persiapan pelaksanaan program penjaminan polis untuk industri asuransi. Hingga saat ini, tingkat kesiapan pada empat indikator utama tercatat sudah berada di angka 65 persen hingga 85 persen.

Dilansir dari Investortrust, empat parameter yang menjadi tolok ukur utama meliputi perancangan desain program, penyusunan regulasi, pembangunan infrastruktur, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D Purba, menjelaskan bahwa tren positif ini menunjukkan arah perkembangan yang sesuai dengan rencana strategis lembaga.

"Sampai saat ini semua progres itu berkisar antara 65% sampai 85%. Saya kira semua sudah mengarah kepada progres yang baik," ujar Ferdinan dalam Konferensi Pers Tingkat Bunga Penjaminan LPS di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Capaian tersebut memperkuat optimisme LPS untuk mempercepat tahapan aktivasi program agar siap beroperasi secara penuh pada tahun 2027 mendatang. Saat ini, otoritas masih memiliki waktu sekitar 11 bulan untuk menuntaskan seluruh sisa persiapan teknis.

"Kami akan melakukan percepatan untuk memastikan persiapan itu sudah benar-benar siap untuk diimplementasikan di tahun 2027," kata Ferdinan.

Ferdinan menambahkan bahwa standar kesiapan program tidak hanya mencakup aspek teknis semata. Proses tersebut juga melibatkan berbagai tahapan administratif, mekanisme pendaftaran peserta, hingga prosedur operasional lainnya sebelum resmi diaktifkan.

"Sehingga yang dimaksudkan siap ini tentunya nanti kami bisa konfirmasi di akhir triwulan II (2026). Posisi sekarang sudah 65% sampai 85% masing-masing dari empat indikator yang tadi saya bilang," ucap Ferdinan.

Meskipun skala bisnis industri asuransi di tanah air masih berada di bawah sektor perbankan, LPS mengakui bahwa pengembangan program penjaminannya memiliki tingkat kerumitan yang jauh lebih tinggi.

"Tantangannya banyak. Sehingga untuk kita mau membangun dan mengembangkan desainnya itu challenge yang paling besar dan menantang di situ," ujar Ferdinan.

Keragaman produk asuransi menjadi salah satu faktor utama yang memicu kompleksitas tersebut. Berbeda dengan perbankan yang produknya relatif standar, industri asuransi memiliki cakupan perlindungan yang sangat luas dan spesifik.

"Karena di asuransi kan kita masuk ke produknya. Kalau di asuransi, pertama dari jenis asuransi sudah ada asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Di asuransi jiwa produknya banyak, begitupun di asuransi kerugian, sehingga harus masuk di pertimbangan dalam desain programnya," kata Ferdinan.

Artikel terkait

Rekomendasi