Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan Saham di PT Gajah Tunggal Tbk

Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan Saham di PT Gajah Tunggal Tbk
Foto: Ilustrasi Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan Saham di PT Gajah Tunggal Tbk.

Investor kawakan Lo Kheng Hong secara konsisten menambah porsi kepemilikan sahamnya pada emiten produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) hingga mencapai 6,68 persen pada April 2026. Langkah akumulasi ini dilakukan di tengah tren kenaikan harga saham perusahaan yang terus menguat sepanjang tahun 2026.

Dilansir dari Money, harga saham GJTL pada perdagangan Rabu (7/5/2026) ditutup menguat ke level 1.195 atau naik 1,27 persen dibandingkan hari sebelumnya. Secara akumulatif, nilai saham emiten ini telah mengalami pertumbuhan sebesar 12,74 persen sejak awal tahun dengan kenaikan mencapai 135 poin.

Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek GJTL yang dirilis melalui PT Datindo Entrycom menunjukkan adanya lonjakan volume saham milik Lo Kheng Hong. Pada akhir Maret 2026, ia tercatat menggenggam 218.032.800 lembar saham atau setara dengan 6,257 persen dari total kepemilikan perusahaan.

Jumlah tersebut terus bertambah setelah sang investor melakukan pembelian kembali sebanyak 14.760.100 lembar saham pada akhir April 2026. Melalui aksi korporasi pribadi ini, total simpanan sahamnya kini menyentuh angka 232.792.900 lembar yang memperkokoh posisinya sebagai pemegang saham publik utama.

Meskipun terdapat penambahan porsi oleh investor ritel besar, struktur pemegang saham mayoritas masih dipimpin oleh Denham Pte Ltd. Perusahaan tersebut tetap menjadi pemilik terbesar dengan penguasaan 1,72 miliar lembar saham atau merepresentasikan porsi kepemilikan sekitar 49,5 persen.

Posisi berikutnya ditempati oleh Compagnie Financiere yang memiliki 348,48 juta lembar saham atau setara dengan 10 persen. Sebaliknya, akumulasi yang dilakukan oleh Lo Kheng Hong berdampak pada penurunan porsi kepemilikan publik non-warkat dari 33,77 persen menjadi 33,347 persen pada akhir April.

Strategi investasi yang diterapkan Lo Kheng Hong ini kerap menarik perhatian pelaku pasar modal karena fokusnya pada pendekatan value investing. Ia cenderung mengincar emiten dengan fundamental bisnis jangka panjang yang kuat namun masih memiliki valuasi harga yang relatif terjangkau di pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi