SRO dan OJK NTT Dorong Literasi Pasar Modal bagi 500 Perempuan

SRO dan OJK NTT Dorong Literasi Pasar Modal bagi 500 Perempuan
Foto: Ilustrasi SRO dan OJK NTT Dorong Literasi Pasar Modal bagi 500 Perempuan.

Self Regulatory Organization (SRO) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Timur (NTT) menjalin sinergi strategis dengan Pemerintah Provinsi NTT serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dilansir dari Investortrust, kolaborasi ini bertujuan memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi pasar modal yang menyasar 500 Perempuan Berdaya di wilayah NTT.

Langkah ini diambil untuk memperkuat pemahaman kaum perempuan terkait tata kelola keuangan serta mekanisme investasi di pasar modal secara aman.

SRO memandang perempuan memiliki peran sentral sebagai perencana keuangan dalam keluarga, sehingga pembekalan mengenai investasi yang tepat menjadi sangat krusial.

Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan pertumbuhan investor lokal yang pesat hingga 31 Agustus 2023, dengan total 11.514.149 Single Investor Identification (SID).

Dari jumlah tersebut, investor yang berfokus pada instrumen saham telah mencapai angka 4.915.744 SID di seluruh Indonesia.

Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengungkapkan keprihatinannya karena masih ada warga di NTT yang terjebak praktik investasi ilegal atau bodong.

ÔÇ£Program ini tidak hanya untuk melindungi perempuan dari penipuan berkedok investasi, tetapi juga merupakan upaya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di masa depan melalui peran perempuan yang cerdas berinvestasi di pasar modalÔÇØ ujar Jeffrey Hendrik.

Kantor Perwakilan BEI NTT berkomitmen untuk melanjutkan inisiatif ini secara konsisten hingga mencapai target minimal 500 peserta perempuan di provinsi tersebut.

Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur edukasi, dilakukan pula peresmian 5 Galeri Investasi (GI) BEI baru yang tersebar di berbagai institusi pendidikan di NTT.

Institusi tersebut meliputi Politeknik Negeri Kupang, Universitas Aryasatya Deo Muri, STIKOM Arthabuana, SMA Kristen Citra Bangsa Mandiri, dan SMK Negeri 01 Kupang.

Dalam pengoperasiannya, galeri investasi ini menggandeng PT Phintraco Sekuritas yang bertindak sebagai Anggota Bursa mitra.

Kehadiran fasilitas baru ini menambah jumlah Galeri Investasi BEI di wilayah NTT menjadi 16 titik yang siap melayani kebutuhan informasi masyarakat.

ÔÇ£Program pencanangan dan peresmian ini merupakan bagian dari kampanye ÔÇ£Aku Investor SahamÔÇØ yang bertujuan untuk mendorong peningkatan jumlah investor, sehingga semakin banyak masyarakat bisa menikmati potensi pertumbuhan pasar modal IndonesiaÔÇØ tutur Jeffrey.

Melalui kerja sama multi-pihak ini, para pemangku kepentingan berharap sinergi dapat terus meningkat untuk mempercepat pengembangan pasar modal di Indonesia secara inklusif.

Artikel terkait

Rekomendasi