Bank Indonesia (BI) berkolaborasi dengan GoPay memperluas jangkauan literasi keuangan digital bagi komunitas pendidikan di Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada Kamis (14/5/2026). Inisiatif ini menyasar sekitar 150 guru dan pelajar untuk meningkatkan pemahaman mengenai keamanan transaksi di ekosistem digital yang kian masif.
Dilansir dari Detik Finance, program edukasi tersebut fokus pada pengenalan berbagai modus kejahatan siber yang kerap menyasar pengguna layanan keuangan. Beberapa materi yang disampaikan meliputi identifikasi tautan palsu atau phishing, penipuan bermodus layanan pelanggan palsu, bukti transfer fiktif, hingga manipulasi salah transfer atau refund.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai protokol keamanan standar seperti penggunaan PIN dan One Time Password (OTP). Selain itu, mereka diimbau untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, hanya menggunakan aplikasi resmi, serta tidak memberikan respons terhadap tautan yang mencurigakan di perangkat mereka.
Penguatan literasi digital dianggap krusial sebagai langkah perlindungan konsumen bagi generasi muda di tengah pertumbuhan sistem pembayaran digital yang pesat. Dicky Afrianto, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, menekankan pentingnya peran pendidik dan siswa dalam menciptakan lingkungan transaksi yang sehat.
"Di tengah pesatnya sistem pembayaran digital, penguatan literasi digital dan perlindungan konsumen menjadi sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami berharap guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna layanan digital yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi penggerak budaya transaksi yang aman di lingkungan sekolah dan masyarakat," ujar Dicky Afrianto, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku.
Kepala Divisi Kepatuhan GoPay, Yogi Harsudiono, menyatakan bahwa perlindungan terhadap keamanan transaksi pengguna merupakan prioritas utama bagi perusahaan. Hal tersebut diwujudkan melalui penggabungan antara penguatan infrastruktur teknologi keamanan dengan upaya edukasi publik secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk proteksi tambahan, penyedia layanan dompet digital ini menyiagakan fitur keamanan berlapis yang mencakup verifikasi biometrik dan wajah. Perusahaan juga menyediakan akses bantuan pelanggan selama 24 jam serta program jaminan saldo kembali untuk meminimalisasi risiko kerugian pengguna.
"Dengan mengusung tema berhati-hati dalam bertransaksi yang sejalan dengan kampanye kolektif perlindungan konsumen, kami berkomitmen mendukung upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi digital dan perlindungan konsumen guna mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan," pungkas Yogi Harsudiono, Kepala Divisi Kepatuhan GoPay.
Kegiatan ini juga memberikan panduan mitigasi bagi peserta jika menemukan indikasi penipuan, seperti instruksi untuk tetap tenang dan tidak panik. Korban diimbau segera mengumpulkan serta menyimpan seluruh bukti transaksi untuk kemudian dilaporkan melalui saluran layanan pengaduan resmi yang tersedia.