Layanan Bus Shalawat di Makkah Berhenti Sementara Jelang Puncak Haji 2026

Layanan Bus Shalawat di Makkah Berhenti Sementara Jelang Puncak Haji 2026
Foto: Ilustrasi Layanan Bus Shalawat di Makkah Berhenti Sementara Jelang Puncak Haji 2026.

Mobilitas jemaah haji Indonesia di Makkah akan mengalami penyesuaian menjelang puncak ibadah haji 2026. Salah satu langkah yang diambil adalah menghentikan sementara operasional bus shalawat yang biasa mengantar jemaah menuju Masjidil Haram.

Dikutip dari Cahaya, bus shalawat merupakan layanan transportasi 24 jam untuk membantu pergerakan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram maupun sebaliknya. Penghentian sementara ini bertujuan mendukung persiapan fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kendati operasional rutin setop, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan transportasi untuk umrah wajib dan thawaf tetap terfasilitasi. Jemaah diimbau untuk beribadah di musala atau masjid sekitar hotel selama layanan bus ditangguhkan.

Penghentian operasional ini bertepatan dengan hari Jumat, sehingga jemaah diminta tidak memaksakan diri untuk salat di Masjidil Haram. Layanan bus shalawat akan berhenti mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi.

"Sebelum wukuf, layanan bus shalawat berakhir pada 22 Mei 2026 pada pukul 18.00 waktu Arab Saudi," kata Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman kepada tim Media Center Haji (MCH) di kantor daker Makkah, Rabu (20/5/2026).

PPIH memastikan armada bus shalawat akan kembali melayani jemaah setelah seluruh rangkaian puncak haji selesai. Transportasi ini dijadwalkan beroperasi lagi pada Minggu, 31 Mei 2026 mulai pukul 01.00 waktu Arab Saudi.

Fasilitas Bus Khusus Jemaah Kloter Akhir

Jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, termasuk kelompok terbang (kloter) terakhir yang tiba mendekati masa penutupan layanan, dipastikan tetap mendapat fasilitas. PPIH telah menyediakan armada khusus agar pelaksanaan umrah wajib mereka tidak terganggu.

Otoritas transportasi Arab Saudi atau Naqabah telah memberikan izin operasional bus khusus bagi kloter akhir yang mendarat pada 22 Mei 2026. Sebanyak 30 armada bus disiapkan untuk melayani sekitar 6 hingga 10 kloter terakhir tersebut.

Fasilitas yang disediakan mencakup bus reguler dan bus ramah lansia yang ramah untuk pengguna kursi roda. Jemaah diminta tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan transportasi ini.

"Jemaah tidak perlu risau karena kami telah menyiapkan bus untuk umrah wajib mereka," ujar Syarif.

Dukungan Thawaf Ifadhah, Wada, dan Kesiapan Terminal

Layanan bus shalawat nantinya juga dialokasikan untuk mendukung pergerakan jemaah gelombang pertama pascafase Armuzna. Fasilitas ini ditujukan bagi kloter awal yang hendak kembali ke Tanah Air agar bisa menunaikan Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada'.

Melalui penyediaan layanan ini, jemaah tidak perlu berjalan kaki jauh atau mengeluarkan biaya mandiri untuk menyewa taksi. PPIH berkomitmen memberikan kemudahan transportasi tersebut.

"Sekali lagi, kami akan berikan (layanan bus) kepada jemaah yang akan melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Wada'," tegas Syarif.

Tiga terminal operasional di Makkah telah disiapkan petugas untuk kelancaran mobilisasi dan pemulangan jemaah. Terminal yang disiagakan meliputi Terminal Syib Amir, Terminal Jiad (Ajyad), dan Terminal Jabal Ka'bah jika situasi lalu lintas lancar.

Apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas di lapangan, PPIH sudah mengajukan izin khusus. Izin tersebut ditujukan agar Terminal Syib Amir dapat difungsikan secara spesifik demi melayani kepulangan kloter-kloter terakhir.

Artikel terkait

Rekomendasi