Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Capai Rekor Tertinggi Tahun Ini

Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Capai Rekor Tertinggi Tahun Ini
Foto: Ilustrasi Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Capai Rekor Tertinggi Tahun Ini.

Volume lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz mencatatkan angka tertinggi sepanjang tahun ini pada Sabtu (18/4/2026). Dilansir dari Money, data perusahaan analisis pelayaran Kpler menunjukkan lebih dari 20 unit kapal melintasi jalur krusial tersebut dalam satu hari.

Peningkatan aktivitas ini menjadi yang paling signifikan sejak 1 Maret lalu. Pergerakan intensif tersebut membuktikan bahwa aktivitas pengiriman energi global tetap berjalan stabil di tengah dinamika kawasan.

Meskipun situasi ketegangan di Timur Tengah terus menjadi perhatian, arus logistik komoditas utama melalui selat tersebut tidak terhenti. Kapal-kapal yang melintas membawa berbagai muatan strategis seperti minyak mentah, gas cair, hingga produk pupuk.

Laporan Kpler merinci bahwa terdapat lima kapal yang baru saja memuat kargo dari wilayah Iran. Komoditas yang diangkut oleh armada tersebut cukup beragam, mulai dari logam hingga berbagai produk turunan minyak.

Tiga kapal di antaranya secara khusus membawa liquefied petroleum gas atau LPG. Kapal-kapal pengangkut gas cair tersebut sedang melakukan pelayaran menuju pasar besar di Asia, yakni China dan India.

Salah satu armada yang melintas adalah Crave, kapal tanker dengan bendera Panama. Kapal ini membawa muatan LPG dari Uni Emirat Arab yang ditujukan untuk pengiriman ke Indonesia.

Distribusi Produk Olahan dan Minyak Mentah

Dua tanker lainnya, Akti A dan Athina, terpantau membawa produk olahan minyak yang berasal dari Bahrain. Akti A dilaporkan tengah menuju Mozambik, sementara kapal Athina mengarah ke Thailand.

Volume pengiriman besar juga tercatat pada kapal tanker berbendera Liberia, Navig8 Macallister. Kapal ini mengangkut sekitar 500.000 barel nafta dari Uni Emirat Arab dengan pelabuhan tujuan akhir di Ulsan, Korea Selatan.

Pengiriman minyak mentah dalam skala jumbo dilakukan oleh kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) bernama Fpmc C Lord. Kapal ini membawa beban sekitar 2 juta barel minyak mentah dari Arab Saudi menuju Mailiao, Taiwan.

Selain itu, kapal berbendera India, Desh Garima, mengangkut 780.000 barel minyak mentah Das dari Uni Emirat Arab menuju Sri Lanka. Di sektor non-energi, kapal Ruby terpantau membawa pupuk dari Qatar menuju Uni Emirat Arab, sementara kapal Merry M mengangkut kokas minyak bumi dari Arab Saudi ke Ravenna, Italia.

Artikel terkait

Rekomendasi