Laba Tugu Insurance Melonjak 76 Persen Menjadi Rp711 Miliar

Laba Tugu Insurance Melonjak 76 Persen Menjadi Rp711 Miliar
Foto: Ilustrasi Laba Tugu Insurance Melonjak 76 Persen Menjadi Rp711 Miliar.

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp711 miliar sepanjang tahun 2025. Perolehan tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Rabu (29/4/2026).

Pertumbuhan laba emiten berkode saham TUGU ini mencapai 76,8 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp402 miliar. Dilansir dari Money, anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut juga telah menerapkan standar akuntansi keuangan terbaru PSAK 117 dalam laporan keuangan auditan tahun buku 2025.

Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menjelaskan bahwa pendapatan jasa asuransi konsolidasian perusahaan mencapai Rp9,11 triliun sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 22,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp7,46 triliun, sementara hasil jasa asuransi juga naik menjadi Rp1,02 triliun.

Selain itu, perusahaan mencatatkan tingkat Risk Based Capital (RBC) sebesar 410,90 persen, jauh melampaui standar minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen. Angka ini juga tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berada pada level 335,22 persen.

"Capaian ini mencerminkan fundamental keuangan perseroan yang kuat serta pengelolaan risiko yang disiplin," ungkap Adi Pramana, Presiden Direktur Tugu Insurance.

Dari sektor investasi, hasil investasi konsolidasian perusahaan tercatat tumbuh 57,86 persen menjadi Rp723 miliar dari posisi sebelumnya Rp458 miliar. Pertumbuhan ini juga merambah pada saldo kas konsolidasian yang mencapai Rp735 miliar, atau naik Rp377 miliar dibandingkan tahun lalu.

"Capaian ini mencerminkan fundamental keuangan perseroan yang kuat serta pengelolaan risiko yang disiplin," ungkap Adi Pramana, Presiden Direktur Tugu Insurance.

Menurut Adi, performa positif ini merupakan hasil dari penerapan strategi pengelolaan portofolio yang tepat dalam menghadapi dinamika pasar domestik maupun mancanegara. Ekuitas konsolidasian perusahaan pun turut meningkat sebesar Rp292 miliar menjadi Rp10,17 triliun seiring dengan konsistensi perusahaan memperkuat struktur permodalan.

"Capaian ini mencerminkan fundamental keuangan perseroan yang kuat serta pengelolaan risiko yang disiplin," ungkap Adi Pramana, Presiden Direktur Tugu Insurance.

Di sisi lain, kredibilitas perusahaan tetap terjaga dengan raihan Financial Strength Rating (FSR) pada level A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating (Long-Term ICR) di level a- (Excellent). Momentum RUPST ini juga menetapkan Clifford Patrick Wuisan dan Ony Suprihartono sebagai komisaris baru yang kini tengah menunggu hasil penilaian kemampuan dan kepatuhan dari OJK.

Artikel terkait

Rekomendasi