Laba Bumi Resources Minerals Melonjak Ditopang Harga Emas

Laba Bumi Resources Minerals Melonjak Ditopang Harga Emas
Foto: Ilustrasi Laba Bumi Resources Minerals Melonjak Ditopang Harga Emas.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 21,3 persen secara tahunan hingga mencapai US$17,5 juta pada kuartal I-2026. Capaian positif emiten pertambangan ini berhasil dipicu oleh lonjakan harga jual rata-rata emas di pasar global.

Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut tetap terealisasi meskipun perusahaan mengalami kendala operasional yang menekan volume produksi. Dilansir dari Investortrust, pendapatan BRMS tercatat tumbuh 9,7 persen secara tahunan menjadi US$69,5 juta hingga Maret 2026.

Secara operasional, aktivitas pushback di tambang terbuka River Reef milik Central Processing Plant membuat volume penjualan emas melorot 32,5 persen menjadi 14,8 ribu ons. Kendati demikian, tekanan operasional tersebut mampu diredam oleh realisasi harga jual emas yang melonjak hingga 60,6 persen menjadi US$4.512 per ons.

Kinerja finansial yang solid ini memicu gelombang rekomendasi beli dari sejumlah analis sekuritas. BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham BRMS dari Rp1.080 menjadi Rp1.100 dengan mempertahankan rekomendasi beli.

Langkah serupa juga diambil oleh Ajaib Sekuritas yang menaikkan target harga saham BRMS menjadi Rp1.300 dari sebelumnya Rp1.265 karena menilai adanya perbaikan visibilitas laba dari ekspansi CIL. Sementara itu, Tim Riset UOB Kay Hian Sekuritas memasang target harga tertinggi sebesar Rp1.330 per saham.

Prospek pertumbuhan laba bersih BRMS sepanjang tahun ini diperkirakan bisa menembus angka US$94 juta oleh UOB Kay Hian Sekuritas. Terakhir, KB Valbury Sekuritas turut merekomendasikan beli saham BRMS dengan target harga Rp1.060 per saham karena didukung potensi kenaikan harga emas yang kuat.

Artikel terkait

Rekomendasi