Laba Bersih Kalbe Farma Naik 15,3 Persen Menjadi Rp3,74 Triliun

Laba Bersih Kalbe Farma Naik 15,3 Persen Menjadi Rp3,74 Triliun
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Kalbe Farma Naik 15,3 Persen Menjadi Rp3,74 Triliun.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 15,3 persen menjadi Rp3,74 triliun sepanjang tahun 2025. Dilansir dari Investortrust, pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,24 triliun.

Kenaikan laba bersih ini didorong oleh penguatan penjualan neto perseroan yang mencapai Rp35,32 triliun pada 2025, meningkat dari angka Rp32,63 triliun pada tahun lalu. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto perusahaan juga terkerek naik menjadi Rp14,06 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp12,96 triliun.

Meskipun profitabilitas terjaga, manajemen mencatat adanya peningkatan beban usaha yang mencakup beban penjualan senilai Rp7,35 triliun serta beban umum dan administrasi sebesar Rp1,57 triliun. Perseroan juga mengalokasikan dana untuk beban penelitian dan pengembangan yang tercatat mencapai Rp499,71 miliar guna mendukung inovasi produk.

Dalam laporan kinerja keuangan tersebut, pendapatan operasi lainnya tercatat sebesar Rp109,25 miliar, sementara penghasilan bunga menyumbang Rp179,20 miliar bagi perusahaan. Kontribusi dari bagian atas laba entitas asosiasi dilaporkan berada pada angka Rp68,19 miliar, dengan beban bunga dan keuangan sebesar Rp50,79 miliar.

Laba sebelum pajak penghasilan KLBF mengalami kenaikan menjadi Rp4,78 triliun dari posisi Rp4,22 triliun pada tahun 2024. Setelah penyelesaian kewajiban pajak sebesar Rp1,03 triliun, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat naik menjadi Rp3,66 triliun, atau setara dengan laba per saham dasar Rp80,51.

Dari sisi posisi keuangan, Kalbe Farma berhasil memperkuat basis asetnya menjadi Rp30,69 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp29,42 triliun pada periode sebelumnya. Pada saat yang sama, total liabilitas perseroan juga mengalami kenaikan dari Rp4,83 triliun menjadi Rp5,97 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi