PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar US$ 9,5 juta pada kuartal I-2026. Laba bersih ini mengalami penurunan sebesar 68,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 30,2 juta.
Meskipun laba bersih tertekan, pendapatan perseroan justru mencatat pertumbuhan sebesar 19% secara tahunan. Nilai pendapatan naik menjadi US$ 41,2 juta dari posisi sebelumnya sebesar US$ 34,6 juta pada kuartal pertama tahun lalu, seperti dilansir dari Investortrust.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, lonjakan pendapatan ini dipicu oleh kontribusi kuat dari perluasan pilar logistik. Faktor pendorong lainnya meliputi kondisi pasar logistik yang kondusif serta pertumbuhan konsisten pada sektor energi.
Sektor logistik bertindak sebagai pilar utama penopang dengan pendapatan yang melonjak 48,9% secara tahunan menjadi US$ 14,3 juta dibandingkan kuartal I-2025 sebesar US$ 9,6 juta. Pada saat yang sama, segmen energi tumbuh sebesar 6,8% menjadi US$ 25,3 juta.
Di sisi lain, adjusted EBITDA CDI Group melesat hingga 125,4% secara tahunan menjadi US$ 14,1 juta dari periode sebelumnya yang hanya US$ 6,3 juta. Manajemen perseroan menyatakan peningkatan ini mencerminkan operating leverage yang kokoh dari ekspansi strategis yang telah diimplementasikan.
Direktur CDIA Jonathan Kandinata mengatakan, perseroan tetap menunjukkan kinerja yang resilien di tengah berbagai siklus pasar.
"CDI Group terus menunjukkan kinerja yang resilien dan eksekusi yang konsisten di berbagai siklus, didukung oleh platform infrastruktur terintegrasi serta disiplin dalam alokasi modal," ujar Jonathan.
Pada kuartal I-2026, Group mencatat adjusted EBITDA sebesar US$ 14,1 juta dan laba bersih sebesar US$ 9,5 juta. Hasil tersebut didorong oleh kontribusi inisiatif strategis serta ekspansi aset yang berjalan pada 2025, termasuk penambahan aset logistik maritim dan darat serta kapasitas energi surya.
Jonathan Kandinata juga menambahkan bahwa perseroan sukses mempertahankan posisi finansial yang kuat. Hal ini tercermin dari kepemilikan likuiditas sebesar US$ 954,2 juta serta rasio utang terhadap kapitalisasi yang terjaga di angka 39%.