Laba Bersih BRI Tumbuh 13,77 Persen Menjadi Rp15,63 Triliun Kuartal I/2026

Laba Bersih BRI Tumbuh 13,77 Persen Menjadi Rp15,63 Triliun Kuartal I/2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih BRI Tumbuh 13,77 Persen Menjadi Rp15,63 Triliun Kuartal I/2026.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari Finansial, bank pelat merah ini meraih laba bersih konsolidasian senilai Rp15,63 triliun.

Pencapaian tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 13,77 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp13,74 triliun.

Kenaikan laba bersih ini didorong oleh pertumbuhan laba operasional yang meningkat 13,84 persen yoy menjadi Rp20,06 triliun. Selain itu, laba sebelum pajak juga mengalami penguatan sebesar 14,97 persen yoy hingga menyentuh angka Rp19,99 triliun.

BRI membukukan pendapatan bunga konsolidasian sebesar Rp52,84 triliun, tumbuh 5,95 persen dari posisi sebelumnya Rp49,87 triliun. Di saat yang sama, beban bunga berhasil ditekan sebesar 9,28 persen yoy menjadi Rp12,68 triliun.

Efisiensi pada beban bunga tersebut membuat pendapatan bunga bersih melonjak 11,90 persen yoy menjadi Rp40,16 triliun. Pendapatan berbasis komisi juga ikut menyumbang tren positif dengan raihan Rp5,51 triliun.

Lompatan signifikan terlihat pada pendapatan lainnya yang meroket 120,37 persen yoy menjadi Rp38,12 triliun. Namun, kenaikan ini dibarengi dengan peningkatan beban tenaga kerja sebesar 9,52 persen menjadi Rp11,69 triliun.

Kualitas Aset dan Pengelolaan Beban

Dari sisi manajemen risiko, beban penurunan nilai atau impairment BRI tercatat sebesar Rp12,11 triliun. Angka ini mengalami kenaikan tipis sekitar 7,42 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

Pajak penghasilan yang disetorkan juga meningkat tajam 86,03 persen yoy menjadi Rp4,21 triliun. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp15,49 triliun, atau tumbuh 13,73 persen yoy.

Kinerja solid ini berdampak pada laba per saham yang naik menjadi Rp103, dibandingkan Rp90 per saham pada kuartal I/2025. Namun, laba komprehensif sedikit menurun 2,23 persen yoy akibat penghasilan komprehensif lain yang tercatat negatif.

Ekspansi Aset dan Penyaluran Kredit

Hingga 31 Maret 2026, total aset konsolidasian BRI menembus Rp2.249,83 triliun. Angka ini menunjukkan ekspansi jika dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp2.135,37 triliun.

Penyaluran intermediasi dalam bentuk kredit yang diberikan tercatat mencapai Rp1.497,27 triliun. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555,13 triliun dengan komposisi dana murah yang kuat.

Tabel: Komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI Kuartal I/2026
Jenis SimpananNilai (Triliun Rp)
Giro452,87
Tabungan605,75
Deposito496,51

Dengan komposisi tersebut, total dana murah (CASA) BRI mencapai Rp1.058,62 triliun. Perseroan juga menempatkan dana sebesar Rp72,75 triliun di Bank Indonesia dan Rp76,41 triliun pada perbankan lain.

Selain penempatan dana, BRI mengelola portofolio surat berharga dengan nilai mencapai Rp408,40 triliun untuk mendukung likuiditas dan imbal hasil perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi