Laba Bersih Antam Melonjak 57,7 Persen pada Kuartal I 2026

Laba Bersih Antam Melonjak 57,7 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Antam Melonjak 57,7 Persen pada Kuartal I 2026.

PT Antam Tbk membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada tiga bulan pertama tahun ini. Emiten pertambangan logam terdiversifikasi ini mencatatkan kenaikan laba bersih yang melesat hingga 57,7 persen secara tahunan.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Investortrust, keuntungan bersih perusahaan pelat merah tersebut mencapai Rp 3,66 triliun atau setara 230 juta dolar AS pada kuartal pertama 2026. Lonjakan laba ini dipicu oleh momentum kenaikan harga komoditas global.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mengalami pertumbuhan sebesar 12,1 persen menjadi Rp 29,32 triliun hingga periode 31 Maret 2026. Sebagai perbandingan, perolehan omzet Antam pada periode yang sama di tahun sebelumnya berada di angka Rp 26,15 triliun.

Analis dari MNC Sekuritas menilai bahwa pencapaian positif ini berhasil melampaui estimasi konsensus pasar. Faktor pendorong utama dari performa tersebut adalah reli harga di sektor emas serta pulihnya volume penjualan bijih nikel perusahaan.

Meskipun beban pokok penjualan membengkak menjadi Rp 23,70 triliun, margin laba kotor perusahaan tetap melebar ke posisi Rp 5.62 trillion. Hal ini menunjukkan efisiensi biaya operasional yang berhasil diterapkan oleh manajemen Antam di tengah kenaikan beban usaha.

Laba operasional emiten berkode saham ANTM ini ikut terkerek menjadi Rp 4,50 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp 2,69 triliun. Tambahan dari pos pendapatan lain-lain kemudian mendorong laba sebelum pajak perusahaan menyentuh Rp 4,78 triliun.

Prospek Saham dan Target Valuasi Pasar

Kondisi keuangan yang solid ini memicu sentimen positif di kalangan pelaku pasar modal. Data per 28 April 2026 menunjukkan bahwa sejumlah model penilaian investasi memberikan valuasi harga wajar ANTM di level Rp 5.391 per lembar.

Konsensus analis pasar saat ini menetapkan target harga saham Antam pada angka Rp 4.817. Target tersebut mencerminkan adanya potensi kenaikan nilai saham yang cukup besar dari tingkat harga perdagangan saat ini.

Sejumlah perusahaan sekuritas lokal mempertahankan rekomendasi "Beli" untuk saham ANTM. Normalisasi distribusi bijih nikel dan penguatan metrik EBITDA diproyeksikan akan menjadikan tahun 2026 sebagai periode pertumbuhan yang kuat bagi anggota holding MIND ID ini.

Artikel terkait

Rekomendasi