Bank Neo Commerce Raup Laba Rp136 Miliar pada Kuartal I-2026

Bank Neo Commerce Raup Laba Rp136 Miliar pada Kuartal I-2026
Foto: Ilustrasi Bank Neo Commerce Raup Laba Rp136 Miliar pada Kuartal I-2026.

PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mengumumkan perolehan laba bersih sebesar Rp136,98 miliar pada kuartal I-2026 yang berakhir pada Rabu (29/4/2026). Capaian tersebut menunjukkan ketahanan kinerja perseroan meski mengalami penurunan profitabilitas sebesar 14,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp159,94 miliar.

Kinerja intermediasi perusahaan mencatat penyaluran kredit sebesar Rp7,03 triliun per 31 Maret 2026, dilansir dari Money. Jumlah ini terkontraksi 17,24 persen secara tahunan, namun diikuti dengan perbaikan kualitas kredit melalui rasio Non Performing Loan (NPL) neto yang terjaga di level 0,43 persen.

Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk Eri Budiono menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, perseroan tetap mengedepankan tata kelola yang baik dalam menjalankan operasional bisnis mereka.

"Kami fokus untuk mendorong pertumbuhan kredit di segmen digital retail secara hati-hati dan memperkuat ekosistem digital kami. Kami terus berupaya untuk melanjutkan tren kinerja yang positif ke depan." kata Eri Budiono, Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp13,42 triliun dengan peningkatan pada pos tabungan sebesar 8,62 persen menjadi Rp3,50 triliun. Strategi penguatan dana murah (CASA) ini membuat rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) berada di angka 83,68 persen.

"Kami optimistis untuk tetap dapat meneruskan tren kinerja yang positif di sepanjang tahun 2026 ini, melanjutkan pencapaian positif yang telah BNC catatkan dalam satu atau dua tahun terakhir," imbuh Eri Budiono, Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk.

Peningkatan signifikan terlihat pada Capital Adequacy Ratio (CAR) yang melonjak ke posisi 50,60 persen dari sebelumnya 35,81 persen. Kondisi likuiditas yang kuat ini juga didukung oleh masuknya saham BBYB ke dalam Indeks Economic 30 sejak awal Maret lalu.

"Masuknya BBYB dalam indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek perseroan yang secara konsisten mencatatkan kinerja keuangan dan bisnis yang meyakinkan. Ini ditandai dengan raihan laba bersih Rp 565,69 miliar di sepanjang 2025 lalu, dilanjutkan dengan raihan laba bersih di kuartal I 2026 sebesar Rp 136,98 miliar, dengan rasio-rasio keuangan yang stabil dan terjaga," tutup Eri Budiono, Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk.

Perseroan juga tengah mempersiapkan inovasi baru berupa layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater. Fasilitas pembiayaan ini dijadwalkan akan meluncur pada tahun 2026 untuk memperluas jangkauan layanan kepada nasabah digital.

Artikel terkait

Rekomendasi