Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp25,2 Triliun pada Semester I-2023

Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp25,2 Triliun pada Semester I-2023
Foto: Ilustrasi Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp25,2 Triliun pada Semester I-2023.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 25 persen secara tahunan menjadi Rp25,2 triliun pada semester I-2023, sebagaimana dilansir dari Investortrust. Pencapaian ini didorong oleh keberhasilan transformasi digital serta penyaluran kredit yang tumbuh 11,8 persen di tengah perayaan ulang tahun perusahaan ke-25.

Kenaikan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 13 persen dan margin bunga bersih (NIM) yang naik 19 bps menjadi 5,6 persen. Efisiensi operasional dan penurunan biaya kredit menjadi faktor utama yang memperkuat profitabilitas perseroan di pasar perbankan nasional.

Sejumlah analis memberikan rekomendasi beli untuk saham BMRI dengan target harga yang bervariasi. Maybank Sekuritas menetapkan target Rp6.400, sementara Ciptadana Sekuritas mematok Rp6.550, RHB Sekuritas Indonesia pada angka Rp6.600, dan Indo Premier Sekuritas menempatkan target tertinggi sebesar Rp7.200.

Erni Marsella Siahaan, Analis Ciptadana Sekuritas, menjelaskan bahwa sektor perbankan nasional menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik hingga Juli 2023. Indikator likuiditas yang kuat dan penurunan biaya kredit menjadi pendorong utama kinerja industri secara keseluruhan.

ÔÇ£Kami memperkirakan rata-rata pertumbuhan laba bersih bank mencapai 20% sepanjang tahun ini. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan permintaan kredit, penurunan biaya kredit, dan tingkat likuiditas yang masih kuat,ÔÇØ jelas Erni Marsella Siahaan, Analis Ciptadana Sekuritas.

Analis RHB Sekuritas, David Chong dan Andrey Wijaya, menyoroti potensi penguatan platform digital dalam menekan biaya operasional. Penggunaan aplikasi Livin dan Kopra dinilai efektif dalam meningkatkan produktivitas bank sekaligus memperluas ekspansi produk.

ÔÇ£Dengan penguatan platform digital, perseroan dapat menekan biaya operasional dan secara bersamaan bisa meningkatkan produktivitas,ÔÇØ tulis David Chong dan Andrey Wijaya, Analis RHB Sekuritas Indonesia.

Aplikasi Livin tercatat telah memiliki 23 juta pengunduh dengan 19 juta pengguna terdaftar hingga Juni 2023. Sebanyak 80 persen pengguna aktif bertransaksi dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp10 juta dan potensi fee based income Rp8 miliar per hari.

Jovent Muliadi, Analis Indo Premier Sekuritas, menetapkan BMRI sebagai pilihan utama di sektor perbankan. Ia memproyeksikan keberlanjutan performa keuangan seiring gencarnya pengenalan ekosistem digital kepada nasabah.

ÔÇ£Kami memperkirakan pertumbuhan performa keuangan Bank Mandiri akan berlanjut, seiring dengan upaya perseroan untuk menggencarkan pengenalan aplikasi Livin dan Kopra ke depan,ÔÇØ tulis Jovent Muliadi, Analis Indo Premier Sekuritas.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, memaparkan hasil kinerja keuangan semester I-2023 pada Senin, 31 Juli 2023. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan kredit perseroan berada di atas rata-rata industri yang hanya tumbuh 7,8 persen pada periode yang sama.

ÔÇØBank Mandiri berhasil menyalurkan kredit secara konsolidasi sebesar Rp1.272 triliun, atau tumbuh 11,8%, jauh di atas pertumbuhan industri perbankan pada Juni 2023 yang sebesar 7,8%,ÔÇØ kata Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri.

Darmawan menambahkan bahwa adopsi digital melalui Livin dan Kopra memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap pengumpulan dana murah. Hal ini secara langsung mendorong efisiensi dan perbaikan kinerja keuangan perseroan secara berkelanjutan.

ÔÇ£Keberhasilan LivinÔÇÖ dan Kopra membuktikan transformasi digital Bank Mandiri telah berkontribusi signifikan terhadap perolehan dana murah dan mendorong kinerja keuangan yang kian membaik,ÔÇØ kata Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri.

Selain kinerja keuangan, perseroan juga mencatatkan portofolio berkelanjutan senilai Rp242 triliun, dengan Rp115 triliun di antaranya merupakan portofolio hijau. Bank Mandiri kini fokus pada sektor prospektif dari ekosistem wholesale dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp59,8 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi