Nilai tukar rupiah terpantau mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Selasa (19/5). Mata uang Negeri Paman Sam tersebut menunjukkan keperkasaannya dengan bergerak kuat di kisaran level Rp 17.700-an.
Berdasarkan data dari Bloomberg sekitar pukul 09.21 WIB, pergerakan dolar AS merangkak naik hingga mencapai level Rp 17.705. Posisi ini memperlihatkan adanya kenaikan jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada hari Senin (18/5) kemarin, di mana dolar AS bertengger di level Rp 17.680.
Selain unggul terhadap mata uang Garuda, dilansir dari Detik Finance, dolar AS juga mencatatkan penguatan terhadap beberapa mata uang global lainnya. Sebagai contoh, mata uang Swiss Franc (CHF) melemah sebesar 0,13 persen dan dolar Kanada (CAD) juga turut tertekan sebesar 0,07 persen di hadapan dolar AS.
Meski demikian, performa dolar AS terpantau bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Dolar AS justru mengalami pelemahan tipis sebesar 0,09 persen saat berhadapan dengan mata uang Jepang, Yen (JPY).
Tren penurunan dolar AS juga terjadi pada beberapa mata uang Benua Biru dan Uni Eropa. Mata uang Paman Sam ini tercatat melemah di hadapan Euro (EUR) sebesar 0,08 persen dan terkoreksi terhadap Poundsterling Inggris (GBP) sebesar 0,13 persen.
Kondisi serupa dialami oleh dolar AS saat berhadapan dengan mata uang Negeri Kanguru. Nilai tukar dolar AS tercatat mengalami pelemahan yang cukup signifikan terhadap dolar Australia (AUD), yaitu sebesar 0,35 persen.