Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan pelemahan pada perdagangan Rabu pagi, 20 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Investor Daily, pergerakan mata uang garuda di pasar spot exchange merosot sejak awal pembukaan transaksi.
Data Bloomberg pada pukul 9.05 WIB menunjukkan rupiah melemah sebesar 37 poin atau setara 0,21 persen ke posisi Rp 17.743 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau bergerak menguat tipis sebesar 0,05 persen menuju level 99.378.
Kondisi ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, di mana rupiah pada perdagangan Selasa ditutup menyusut 35 poin terhadap dolar AS, setelah sempat terdepresiasi hingga 70 poin di level Rp 17.703. Penurunan nilai tukar ini mendorong perbankan nasional menyesuaikan tingkat kurs jual dan beli mereka.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menetapkan nilai kurs yang bervariasi berdasarkan jenis transaksi pada pukul 09.11 WIB. Melalui layanan e-rate, BCA memberlakukan harga beli sebesar Rp 17.720 dan harga jual senilai Rp 17.740.
Sementara itu, untuk transaksi melalui TT counter dan bank notes, BCA mematok angka yang seragam. Bank swasta terbesar ini menetapkan harga beli pada level Rp 17.560 dan harga jual di posisi Rp 17.790.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga melakukan pembaruan harga pada pukul 09.10 WIB dengan menetapkan special rate pada angka Rp 17.750 untuk beli dan Rp 17.780 untuk jual. Pada layanan TT counter serta bank notes, Bank Mandiri memasang harga beli Rp 17.500 dan harga jual Rp 17.800.
Beralih ke bank bUMN lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) merilis tingkat kurs mereka pada pukul 09.13 WIB. BRI menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp 17.628 dan harga jual senilai Rp 17.790 khusus untuk transaksi TT counter.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memperbarui sistem kurs mereka pada pukul 09.05 WIB. Untuk kategori special rates, BNI mematok harga beli di angka Rp 17.735 dan harga jual sebesar Rp 17.765.
Bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan TT counter maupun bank notes di BNI, tingkat harga yang berlaku mengacu pada nilai yang sama. Bank tersebut menetapkan harga beli sebesar Rp 17.660 per dolar AS, sedangkan harga jual dipatok senilai Rp 17.800 per dolar AS.
Pelemahan rupiah ke kisaran Rp 17.700 ini memicu perhatian pasar keuangan domestik. Kendati demikian, otoritas terkait memastikan bahwa pergerakan ini belum mengganggu proyeksi fundamental ekonomi jangka panjang yang telah ditetapkan pemerintah.