Kualitas Udara Jakarta Memburuk Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas Udara Jakarta Memburuk Masuk Kategori Tidak Sehat
Foto: Ilustrasi Kualitas Udara Jakarta Memburuk Masuk Kategori Tidak Sehat.

Kualitas udara di Jakarta kembali menunjukkan penurunan signifikan pada Rabu (20/5/2026) pagi. Kondisi yang memburuk ini menjadi alarm bagi penduduk Ibu Kota untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika berkegiatan di luar ruangan.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir yang dikutip dari Megapolitan, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 157 pada pukul 07.00 WIB. Tingkat polusi ini menempatkan Jakarta dalam kategori tidak sehat, sehingga efek negatifnya mulai mengancam masyarakat luas.

Di tingkat global, Riyadh di Arab Saudi menempati posisi pertama sebagai kota dengan udara terburuk dengan AQI 264. Peringkat berikutnya diikuti oleh Lahore di Pakistan dengan AQI 201, serta Kuwait City di Kuwait yang mencatatkan angka 190.

Sementara itu, posisi keempat dan kelima diduduki oleh Johannesburg di Afrika Selatan dengan AQI 169 dan Delhi di India dengan AQI 157. Jakarta sendiri berada di peringkat keenam dalam daftar kota dengan polusi tertinggi di dunia.

Dampak buruk dari situasi udara ini tidak lagi hanya mengintai kelompok sensitif, melainkan sudah mulai dirasakan oleh masyarakat umum. Meski demikian, risiko gangguan kesehatan yang lebih tinggi tetap membayangi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita masalah pernapasan.

Partikel halus PM2.5 menjadi polutan utama yang mengotori udara Jakarta pagi ini dengan konsentrasi mencapai 64 mikrogram per meter kubik. Kandungan partikel kecil yang dapat menembus paru-paru ini telah melampaui ambang batas aman tahunan standar WHO sebesar 15 mikrogram per meter kubik.

Informasi kualitas udara tersebut diperoleh melalui pemantauan komprehensif dari 44 stasiun yang dikelola oleh 42 kontributor di wilayah Jakarta. Keberadaan stasiun yang tersebar luas ini membuat data yang dihasilkan dinilai mampu merefleksikan kondisi rill Ibu Kota secara menyeluruh.

Pengaruh Faktor Cuaca

Kondisi meteorologi di Jakarta saat pengukuran menunjukkan suhu udara berada di angka 28 derajat celsius. Kelembapan udara tercatat cukup tinggi mencapai 84 persen, dibarengi dengan kecepatan angin yang relatif rendah sekitar 4 kilometer per jam.

Kombinasi faktor cuaca tersebut menyebabkan partikel polutan menjadi sangat sulit untuk terurai atau bergerak ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Fenomena ini memicu polusi udara cenderung tertahan di lapisan bawah dan langsung terhirup oleh warga dalam aktivitas harian mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi