KSP Dudung Abdurachman Bantah Adanya Intimidasi Terhadap Pengkritik

KSP Dudung Abdurachman Bantah Adanya Intimidasi Terhadap Pengkritik
Foto: Ilustrasi KSP Dudung Abdurachman Bantah Adanya Intimidasi Terhadap Pengkritik.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membantah tudingan bahwa pemerintah melakukan intimidasi dan pengancaman terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik politik pada Rabu (13/5/2026). Penegasan tersebut disampaikan Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, guna merespons opini yang berkembang di publik.

Klaim mengenai absennya tekanan terhadap pihak pengkritik disampaikan oleh Dudung sebagai bentuk klarifikasi atas keterbukaan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana dilansir dari Nasional. Ia menekankan agar tidak ada narasi yang seolah-olah menunjukkan pemerintah anti terhadap koreksi dari masyarakat.

"Saya rasa tidak ada tuh intimidasi, tidak ada hal-hal yang membuat tekanan atau memberikan statement mengoreksi pemerintah kemudian terus kemudian ada ancaman," ujar Dudung, Kepala Staf Kepresidenan.

Pejabat yang baru menjabat selama sepekan lebih tersebut meminta agar situasi tidak dibuat-buat. Menurutnya, keberadaan intimidasi justru akan memunculkan persepsi salah bahwa pemerintah tidak bersedia menerima masukan untuk perbaikan kinerja birokrasi.

"Saya rasa tidak ada, janganlah dibuat-buat seperti itu. Menurut saya enggak ada ancaman-mengancam seperti itu. Jangan kemudian seakan-akan ada intimidasi, kalau ada intimidasi berarti juga mengeklaim bahwa pemerintah ini tidak mau dikoreksi," imbuh Dudung, Kepala Staf Kepresidenan.

Dalam kesempatan tersebut, Dudung menjelaskan karakter kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut kepala negara merupakan sosok yang terbuka dan justru sering mendorong jajarannya untuk berani mengemukakan pendapat meskipun berbeda dengan orang lain.

"Beliau menyampaikan, 'kita harus berani bicara, kita harus berani berpendapat, tapi kita harus berani mendengarkan pendapat orang lain'. Beliau mau, saya menyampaikan saran masukan, beliau mau kok. Ya jangan kemudian dipelintir seakan-akan tidak mau menerima masukan," kata Dudung, Kepala Staf Kepresidenan.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini juga menyoroti fenomena kebencian dan fitnah yang marak beredar di media sosial. Ia merujuk pada pesan Presiden ke-4 RI, Gus Dur, mengenai adanya potensi pihak yang membenci meskipun seseorang telah melakukan hal baik.

"Saya sendiri jadi KSP baru seminggu lebih. Baru kaget juga selama saya jadi penasihat presiden rupanya program-program beliau itu kan saya lihat itu hanya yang disampaikan beliau dari kementerian-kementerian. Setelah saya cek di lapangan wah luar biasa. Artinya dirasakan betul oleh masyarakat ya dan perkembangannya bayangkan mungkin yang sebelum-sebelumnya tidak seperti itu, tidak terpikirkan," kata Dudung, Kepala Staf Kepresidenan.

Artikel terkait

Rekomendasi