Kronologi Mengejutkan 3 Kru Sisingaan Tewas Usai Ledakan di Acara Khitanan 2026

Kronologi Mengejutkan 3 Kru Sisingaan Tewas Usai Ledakan di Acara Khitanan 2026
Foto: Kronologi Mengejutkan 3 Kru Sisingaan Tewas Usai Ledakan di Acara Khitanan 2026. (Illustration by Pexels)

Sebuah kabar duka menyelimuti perayaan khitanan di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Acara yang seharusnya berlangsung meriah berubah menjadi tragedi ketika rombongan kesenian Sisingaan tersengat aliran listrik.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa sore, 2 Juni 2026 tersebut mengakibatkan tiga orang kru meninggal dunia. Selain korban jiwa, dua personel lainnya juga harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka bakar yang cukup serius.

Penyidikan Pihak Kepolisian di Lokasi Kejadian

Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polres Metro Bekasi masih terus mendalami penyebab pasti dari insiden maut tersebut. Kombes Pol Sumarni selaku Kapolres Metro Bekasi menyatakan bahwa sejumlah langkah hukum telah diambil oleh jajarannya.

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi. Selain itu, petugas juga sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi yang berada di tempat kejadian saat peristiwa berlangsung.

Langkah penanganan yang dilakukan kepolisian saat ini meliputi:

  • Melakukan olah TKP secara mendalam melalui Tim Inafis Polres Metro Bekasi guna mencari bukti awal.
  • Memasang garis polisi di area sekitar lokasi kejadian demi kelancaran proses penyelidikan.
  • Melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi kunci yang melihat langsung detik-detik kejadian.
  • Melakukan koordinasi intensif dengan pihak rumah sakit yang menangani seluruh korban.

Upaya pencarian bukti awal ini sangat krusial untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian ini. Sumarni menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengusut tuntas kronologi peristiwa yang merenggut nyawa kru asal Subang tersebut.

Kronologi Detik-Detik Insiden Sengatan Listrik

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, tragedi ini bermula saat rombongan Sisingaan tengah mengarak pengantin sunat dalam rangkaian hajatan warga. Di tengah iring-iringan, terdapat sebuah kendaraan yang mengangkut perangkat sistem suara (sound system).

Diduga, salah seorang kru yang berada di atas kendaraan tersebut berusaha mengangkat kabel listrik yang melintang rendah di jalur lintasan. Tindakan tersebut justru memicu sengatan listrik yang fatal karena kabel tersebut diduga masih dialiri arus kuat.

Aliran listrik tersebut kemudian merambat dengan cepat ke kru lainnya yang berada di dekat kendaraan pengangkut. Mengingat bodi kendaraan sound system tersebut terbuat dari besi, arus listrik tersebar dengan sangat mudah ke orang-orang di sekitarnya.

Berikut adalah identitas para korban dalam musibah arak-arakan tersebut:

Nama Korban Usia Kondisi Terkini
Galang 18 Tahun Meninggal Dunia
Juhan 20 Tahun Meninggal Dunia
Rinto 29 Tahun Meninggal Dunia
Rizal 18 Tahun Luka Bakar di Kaki
Rizki 22 Tahun Luka Bakar di Kaki dan Kepala

Data di atas menunjukkan bahwa mayoritas korban merupakan pemuda yang sedang bertugas menghibur warga. Para korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Radjak Cibeureum, Cikarang Utara.

Kesaksian Kru dan Warga di Lokasi

Salah satu saksi mata yang merupakan kru senior Sisingaan, Enting, membagikan pengalamannya saat kejadian mengerikan itu berlangsung. Pria berusia 84 tahun itu mengaku sempat mendengar suara ledakan yang cukup keras tepat sebelum teman-temannya tumbang.

Enting merasa beruntung karena secara refleks langsung melompat ke arah belakang saat mendengar ledakan tersebut. Ia mengaku terkejut saat melihat ke depan dan menemukan rekan-rekannya sudah tergeletak tidak berdaya di jalanan.

Menurut Enting, dalam acara tersebut mereka mengerahkan total 11 Sisingaan untuk memeriahkan suasana. Setiap satu Sisingaan biasanya digotong oleh empat orang kru, ditambah dengan tim penabuh gamelan dan pendukung lainnya.

Pitung, seorang anggota Satlinmas Desa Mekarmukti yang bertugas menjaga keamanan, menyebutkan insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasi tepatnya berada di Jalan Kampung Cibeureum saat rombongan hendak kembali menuju rumah pemangku hajat.

Sebelum kejadian, rombongan kesenian tersebut sebenarnya sempat beristirahat sejenak untuk menunaikan salat Ashar. Naas, sesaat setelah perjalanan dilanjutkan, kabel listrik yang menjuntai rendah menyentuh salah satu pemain dan menyebabkan petaka.

Pitung menambahkan bahwa ada sekitar tujuh orang yang terjatuh secara bersamaan setelah terdengar suara ledakan. Warga setempat segera bertindak cepat dengan menghubungi ambulans desa agar para korban bisa segera mendapatkan bantuan medis profesional.

Kasus ini menjadi peringatan akan pentingnya memperhatikan keselamatan teknis, terutama terkait kabel listrik, saat mengadakan acara keramaian di pemukiman. Polisi masih akan terus memintai keterangan untuk memastikan apakah ada pihak yang bertanggung jawab atas kabel rendah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi