Menentukan pihak yang berhak menerima daging kurban menjadi aspek krusial setiap perayaan Idul Adha agar distribusinya tepat sasaran. Pembagian ini harus berpedoman pada aturan agama agar manfaat ibadah tersebut dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Dikutip dari Detikcom, terdapat golongan tertentu dalam Islam yang diprioritaskan sebagai penerima. Penentuan ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan di lingkungan sekitar saat hari raya.
Berdasarkan penjelasan dalam buku 33 Tanya Jawab Seputar Qurban karya H. Abdul Somad, distribusi daging hewan kurban idealnya dibagi menjadi tiga kelompok besar. Pembagian tersebut mencakup sepertiga bagian untuk orang yang melaksanakan kurban atau pekurban.
Selanjutnya, sepertiga bagian lainnya dialokasikan bagi kerabat dan sahabat, meskipun mereka berada dalam kondisi ekonomi yang berkecukupan. Sementara itu, sepertiga bagian terakhir wajib diberikan kepada fakir miskin.
Landasan pembagian ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat al-Hajj ayat 36 sebagai berikut:
┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ¿┘ÅÏ»┘Æ┘å┘Ä Ï¼┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘Æ┘å┘Ä┘ç┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘â┘Å┘à ┘à┘æ┘É┘å Ï┤┘ÄÏ╣┘ÄÏ¿┘É┘èÏ▒┘É Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘ä┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ ┘ü┘É┘è┘ç┘ÄϺ Ï«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘î ┘ü┘ÄϺÏ░┘Æ┘â┘ÅÏ▒┘Å┘êϺ ϺÏ│┘Æ┘à┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘ÄϺ ÏÁ┘Ä┘ê┘ÄϺ┘ü┘î ┘ü┘ÄÏÑ┘ÉÏ░┘ÄϺ ┘ê┘Äϼ┘ÄÏ¿┘ÄϬ┘Æ Ï¼┘Å┘å┘Å┘êÏ¿┘Å┘ç┘ÄϺ ┘ü┘Ä┘â┘Å┘ä┘Å┘êϺ ┘à┘É┘å┘Æ┘ç┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏÀ┘ÆÏ╣┘É┘à┘Å┘êϺ Ϻ┘ä┘Æ┘é┘ÄϺ┘å┘ÉÏ╣┘Ä ┘ê┘ÄϺ┘ä┘Æ┘à┘ÅÏ╣┘ÆÏ¬┘ÄÏ▒┘Ä ┘â┘ÄÏ░┘Ä┘ä┘É┘â┘Ä Ï│┘ÄÏ«┘æ┘ÄÏ▒┘ÆÏ¬┘Ä┘ç┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ ┘ä┘ÄÏ╣┘Ä┘ä┘æ┘Ä┘â┘Å┘à┘Æ Ï¬┘ÄÏ┤┘Æ┘â┘ÅÏ▒┘Å┘ê┘å┘Ä
Artinya: "Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta".
Aturan mengenai pemberian makan kepada golongan yang membutuhkan juga ditegaskan dalam Surat al-Hajj ayat 28:
┘ü┘Ä┘â┘Å┘ä┘Å┘êϺ ┘à┘É┘å┘Æ┘ç┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏÀ┘ÆÏ╣┘É┘à┘Å┘êϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ¿┘ÄϺϪ┘ÉÏ│┘Ä Ïº┘ä┘Æ┘ü┘Ä┘é┘É┘èÏ▒┘Ä
Artinya: "Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir".
Selain ayat Al-Qur'an, tata cara ini diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan Abu Musa al-Ashfahani mengenai kebiasaan Rasulullah SAW:
┘ê┘Ä┘è┘ÅÏÀ┘ÆÏ╣┘É┘à┘Å Ïú┘Ä┘ç┘Æ┘ä┘Ä Ï¿┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘É┘ç┘É Ïº┘äϽ┘äϽÏî ┘ê┘Ä┘è┘ÅÏÀ┘ÆÏ╣┘É┘à┘Å ┘ü┘Å┘é┘ÄÏ▒┘ÄϺÏí Ï¡┘èÏ▒Ϻ┘å┘ç Ϻ┘äϽ┘äϽÏî ┘ê┘Ä┘è┘ÄϬ┘ÄÏÁ┘ÄÏ»┘æ┘Ä┘é┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘äÏ│ÏñϺ┘ä Ï¿┘ÉϺ┘äϽ┘æ┘Å┘ä┘ÅϽ┘É
"Rasulullah SAW memberikan (daging kurban) kepada keluarganya sebanyak sepertiga, untuk para tetangganya yang fakir sebanyak sepertiga dan untuk orang-orang yang meminta sebanyak sepertiga".
Nilai Keutamaan dan Hikmah Berkurban
Ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan, melainkan amalan yang memiliki kedudukan tinggi dalam syariat Islam. Hasbiyallah dalam buku Fiqih memaparkan bahwa ibadah ini membawa banyak keutamaan bagi mereka yang menjalankannya.
Hal ini selaras dengan sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA:
"Melalui ibadah kurban manusia akan hidup lapang dalam kedermawanan."
Besarnya pahala kurban dijanjikan Allah SWT bahkan sebelum darah hewan sembelihan menyentuh permukaan tanah. Ketaatan dalam berkurban juga berfungsi sebagai sarana melatih diri untuk melepaskan sebagian harta dan mengikis sifat kikir.
Prinsip ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat an-Nisa ayat 128 yang menyebutkan:
"Dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka), walaupun manusia itu pada tabiatnya kikir".
Pentingnya ketenangan jiwa dan kemantapan hati dalam berkurban juga dijelaskan melalui hadits riwayat Tirmidzi berikut ini:
┘à┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘à┘É┘ä┘Ä Ïú┘ÄÏ»┘Ä┘à┘É┘è┘æ┘î ┘à┘É┘å┘Æ Ï╣┘Ä┘à┘Ä┘ä┘É ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘É Ïº┘ä┘å┘æ┘ÄÏ¡┘ÆÏ▒┘É Ïú┘ÄÏ¡┘ÄÏ¿┘æ┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É ┘à┘É┘å┘Æ Ïú┘Ä┘ç┘ÆÏ▒┘ÄϺ┘é┘É Ïº┘äÏ»┘æ┘ÄϺ┘à┘É. ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä┘ç┘ÄϺ ┘ä┘ÄϬ┘ÄÏú┘ÆÏ¬┘É┘è ┘è┘Ä┘ê┘ÆM Ϻ┘ä┘Æ┘é┘É┘è┘ÄϺ┘à┘ÄÏ®┘É Ï¿┘É┘é┘ÅÏ▒┘Å┘ê┘Æ┘å┘É┘ç┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ┤┘ÆÏ╣┘ÄϺÏ▒┘É┘ç┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ©┘Æ┘ä┘ÄϺ ┘ü┘É┘ç┘ÄϺ ┘ê┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä Ïº┘äÏ»┘æ┘ÄϺ┘à┘Ä ┘ä┘Ä┘è┘Ä┘é┘ÄÏ╣┘Å ┘à┘É┘å┘Ä Ïº┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘É Ï¿┘É┘à┘Ä┘â┘ÄϺ┘å┘É ┘é┘ÄÏ¿┘Æ┘ä┘Ä Ïú┘Ä┘å┘Æ ┘è┘Ä┘é┘ÄÏ╣┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ϻ┘ä┘ÆÏú┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘É ┘ü┘ÄÏÀ┘Ä┘è┘æ┘ÉÏ¿┘Å┘ê┘ÆÏº Ï¿┘É┘ç┘ÄϺ ┘å┘Ä┘ü┘ÆÏ│┘ïϺ
"Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada Hari Raya Kurban yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu- bulu, dan kuku-kukunya. Sesungguhnya sebelum darah kurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka tenangkanlah jiwa dengan berkurban."
Spirit pengorbanan ini diharapkan mampu mendorong umat Islam untuk lebih peduli terhadap tegaknya nilai-nilai agama. Bagi mereka yang secara finansial belum mampu melaksanakan kurban, kontribusi dalam bentuk lain tetap bernilai di mata Allah SWT sebagai wujud dukungan terhadap ajaran Islam.