Kredit Korporasi Melejit, Permata Bank Cetak Laba Rp3,6 Triliun

Kredit Korporasi Melejit, Permata Bank Cetak Laba Rp3,6 Triliun
Foto: Ilustrasi Kredit Korporasi Melejit, Permata Bank Cetak Laba Rp3,6 Triliun.

Pertumbuhan penyaluran pinjaman PT Permata Bank Tbk (BNLI) sukses menyentuh angka 5,5% secara year on year (yoy) hingga akhir 2025. Dilansir dari Investortrust, total pembiayaan yang disalurkan oleh emiten perbankan ini kini mencapai Rp163,3 triliun.

Sektor kredit korporasi menjadi motor penggerak utama dalam ekspansi ini dengan lonjakan sebesar 11,2% (yoy). Nilai penyaluran pembiayaan pada segmen usaha besar tersebut sukses menembus Rp99,6 triliun.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M Rusli mengungkapkan, pertumbuhan tersebut diiringi dengan kualitas kredit yang terjaga dengan baik. Tercermin dari non performing loan (NPL) gross 2,1% di tahun lalu.

Kualitas Aset dan Pendapatan Non-Bunga

Manajemen menekankan pentingnya aspek kehati-hatian dalam mengarungi iklim bisnis sepanjang tahun lalu. Langkah mitigasi risiko yang tepat membuat rasio kredit bermasalah tetap berada pada level yang aman.

ÔÇ£Di tengah dinamika perekonomian dan industri sepanjang 2025, Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan,ÔÇØ ujarnya.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatatkan kenaikan total pendapatan sebesar 3,8% (yoy) menjadi Rp12,6 triliun. Lonjakan pendapatan non-bunga sebesar 34,1% menjadi Rp2,6 triliun menjadi pendorong utama raihan tersebut.

ÔÇ£Pencapaian positif bank juga tercermin dari kinerja laba setelah pajak menjadi Rp 3,6 triliun pada akhir tahun 2025,ÔÇØ katanya.

Struktur Dana Murah dan Likuiditas

Pada fungsi penghimpunan dana, korporasi berhasil mengamankan dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp192,8 triliun pada 2025. Jumlah dana simpanan masyarakat ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,9% (yoy).

Komposisi dana murah atau current account and saving account (CASA) masih mendominasi perolehan DPK. Porsi dana murah tersebut tercatat kokoh pada level 63,9% dari total simpanan.

Struktur pendanaan yang sehat ini membuat rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) berada pada angka 84,5%. Kondisi ini mencerminkan tingkat likuiditas internal yang masih sangat memadai.

ÔÇ£Melalui penguatan kapabilitas digital, inovasi produk, dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, kami membangun bank yang bertumbuh secara bertanggung jawab, tetap dekat dengan nasabah, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,ÔÇØ ucapnya.

Artikel terkait

Rekomendasi