Bank Mandiri Salurkan Kredit Infrastruktur Rp491 Triliun per Februari 2026

Bank Mandiri Salurkan Kredit Infrastruktur Rp491 Triliun per Februari 2026
Foto: Ilustrasi Bank Mandiri Salurkan Kredit Infrastruktur Rp491 Triliun per Februari 2026.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan pembiayaan sektor infrastruktur sebesar Rp491,63 triliun per Februari 2026 demi menyokong pembangunan nasional yang berkelanjutan. Angka realisasi tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 30,8 persen jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun lalu senilai Rp375,85 triliun.

Data pencapaian pembiayaan emiten berkode saham BMRI ini dilansir dari Investortrust. Alokasi dana tersebut mengalir ke berbagai sektor krusial, di mana subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp118,03 triliun atau tumbuh 18,45 persen secara tahunan (yoy).

Sementara itu, subsektor konstruksi infrastruktur mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi hingga 178,19 persen secara tahunan menjadi Rp85,84 triliun. Pembiayaan untuk pembangunan jalan juga terkerek 11,08 persen menjadi Rp54,84 triliun, disusul oleh subsektor telematika yang naik 12,61 persen ke posisi Rp44,34 triliun.

"Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, dalam keterangan pers, Selasa (7/4/2026).

Kenaikan serapan pembiayaan tersebut dipandang sebagai perwujudan kapasitas finansial perusahaan yang solid. Strategi pendanaan ini digerakkan lewat pemanfaatan potensi ekosistem layanan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Penyaluran kredit ini, lanjut Riduan, mencerminkan keunggulan yang berkelanjutan dalam kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri, yang didukung oleh sinergi ekosistem layanan serta pendekatan pembiayaan yang komprehensif dari hulu ke hilir."

Menurut manajemen, kelanjutan proyek infrastruktur oleh pemerintah menjadi instrumen vital dalam menggerakkan perekonomian mikro. Langkah ekspansif ini dinilai bakal membuka lapangan usaha baru sekaligus memperkecil ketimpangan kesejahteraan masyarakat.

"Kami meyakini, pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat," kata Riduan.

Segmen-segmen strategis lain yang ikut menikmati kucuran kredit ini meliputi sektor minyak dan gas (migas), energi terbarukan, pasokan listrik, hingga fasilitas perkotaan. Sinergi ini mempertegas peran sektor finansial dalam memperkuat konektivitas antardaerah.

"Penyaluran pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sector keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional. Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah," ucap Riduan.

Untuk jangka panjang, perseroan berkomitmen mengoptimalkan jaringan wilayah kerja serta kapabilitas internal yang ada. Target utamanya adalah menyediakan skema pembiayaan yang fleksibel demi mendukung agenda pembangunan yang dicanangkan pemerintah.

"Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata. Dengan kekuatan jaringan, pengalaman, serta kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri siap menghadirkan solusi finansial yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional," ujar Riduan.

Artikel terkait

Rekomendasi