Krakatau Steel Bukukan Penjualan 940 Ribu Ton Baja Sepanjang 2025

Krakatau Steel Bukukan Penjualan 940 Ribu Ton Baja Sepanjang 2025
Foto: Ilustrasi Krakatau Steel Bukukan Penjualan 940 Ribu Ton Baja Sepanjang 2025.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS berhasil merealisasikan volume penjualan baja sebanyak 940.000 ton dengan perolehan pendapatan usaha mencapai US$959,8 juta atau sekitar Rp16,61 triliun sepanjang tahun buku 2025.

Pencapaian kinerja keuangan perusahaan pelat merah ini dilansir dari Ekonomi pada Kamis, 30 April 2026. Hingga periode berakhirnya tahun 2025, emiten baja tersebut mencatatkan total aset sebesar US$2,76 miliar dengan posisi ekuitas yang menguat pada angka US$725,5 juta.

Direktur Utama KRAS Akbar Djohan memberikan penegasan bahwa laporan tahunan tersebut menjadi indikator penguatan fundamental perusahaan yang saat ini berada dalam kondisi lebih tangguh dibandingkan periode sebelumnya.

"KRAS reborn kini telah menjadi fondasi kokoh yang memperkuat daya saing dan ketahanan usaha Krakatau Steel. Perbaikan kinerja yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari transformasi yang solid, berkelanjutan, dan adaptif," ujarnya Akbar Djohan, Direktur Utama KRAS.

Kondisi finansial yang sehat tersebut dipengaruhi oleh dukungan strategis pemegang saham melalui Danantara, yang mencakup pemberian pinjaman pemegang saham (PPS) serta kesepakatan restrukturisasi lanjutan guna memperkuat likuiditas dan efisiensi operasional.

"KRAS reborn kini telah menjadi fondasi kokoh yang memperkuat daya saing dan ketahanan usaha Krakatau Steel. Perbaikan kinerja yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari transformasi yang solid, berkelanjutan, dan adaptif," ujar Akbar Djohan, Direktur Utama KRAS.

Dalam peranannya sebagai penyokong pembangunan nasional atau Asta Cita, perusahaan secara aktif menyuplai kebutuhan baja untuk berbagai proyek energi serta infrastruktur strategis nasional.

"KRAS reborn kini telah menjadi fondasi kokoh yang memperkuat daya saing dan ketahanan usaha Krakatau Steel. Perbaikan kinerja yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari transformasi yang solid, berkelanjutan, dan adaptif," ujar Akbar Djohan, Direktur Utama KRAS.

Selain fokus pada industri, Krakatau Steel juga memberikan kontribusi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), aksi tanggap bencana, serta pengembangan sektor ekonomi kerakyatan melalui pembinaan UMKM.

"KRAS reborn kini telah menjadi fondasi kokoh yang memperkuat daya saing dan ketahanan usaha Krakatau Steel. Perbaikan kinerja yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari transformasi yang solid, berkelanjutan, and adaptif," ujar Akbar Djohan, Direktur Utama KRAS.

Program UMKM binaan perusahaan mencatat pertumbuhan aset neto sebesar 8 persen menjadi Rp35,59 miliar yang didorong oleh peningkatan pengembalian pinjaman dan jasa administrasi mitra binaan.

"KRAS reborn kini telah menjadi fondasi kokoh yang memperkuat daya saing dan ketahanan usaha Krakatau Steel. Perbaikan kinerja yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari transformasi yang solid, berkelanjutan, dan adaptif," ujar Akbar Djohan, Direktur Utama KRAS.

Manajemen menyatakan komitmennya untuk terus memperkokoh posisi industri baja nasional di pasar internasional melalui penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

"KRAS reborn kini telah menjadi fondasi kokoh yang memperkuat daya saing dan ketahanan usaha Krakatau Steel. Perbaikan kinerja yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari transformasi yang solid, berkelanjutan, dan adaptif," ujar Akbar Djohan, Direktur Utama KRAS.

Artikel terkait

Rekomendasi