PT Krakatau Osaka Steel yang beroperasi di Cilegon, Banten, berencana menghentikan seluruh operasional pabriknya secara permanen pada Juni 2026 mendatang. Keputusan berat ini memicu terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang berdampak pada hampir 200 orang tenaga kerja.
Dilansir dari Suara, langkah penutupan tersebut diambil lantaran perusahaan terus mengalami kerugian finansial yang signifikan sejak tahun 2022. Kondisi ekonomi perusahaan yang tidak stabil menjadi dasar utama di balik penghentian aktivitas bisnis tersebut.
Berdasarkan rilis internal perusahaan, proses penghentian produksi secara total dijadwalkan mulai berlangsung pada akhir April 2026. Setelah tahap tersebut, seluruh kegiatan usaha akan resmi ditutup secara permanen pada Juni 2026.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, memaparkan sejumlah faktor krusial yang menyebabkan pabrik di Cilegon ini gulung tikar. Salah satu penyebab utamanya adalah derasnya gempuran produk impor baja murah dari China yang masuk ke pasar domestik.
Selain tekanan produk impor, penurunan permintaan dari sektor konstruksi serta terjadinya kelebihan pasokan baja di tingkat global turut memperburuk situasi. Hal ini membuat keberlanjutan bisnis perusahaan baja konstruksi tersebut sulit dipertahankan.
Perbedaan Krakatau Steel dan Krakatau Osaka Steel
Meski memiliki kesamaan lokasi di Cilegon, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS) dan PT Krakatau Osaka Steel (KOS) merupakan dua entitas bisnis dengan struktur hukum yang berbeda. Banyak masyarakat sering mengira keduanya adalah perusahaan yang sama karena kesamaan nama depan.
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berdiri sejak tahun 1970 sebagai produsen baja terintegrasi terbesar di Indonesia. Fokus utamanya mencakup produksi dari hulu hingga hilir, seperti baja lembaran panas dan kawat baja.
Sementara itu, PT Krakatau Osaka Steel adalah perusahaan patungan atau joint venture yang dibentuk oleh PT Krakatau Steel bersama mitra asal Jepang, Osaka Steel Co., Ltd. (OSC). Kemitraan ini resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) pada Mei 2015.
Fokus Pasar dan Produk
Dalam kerja sama strategis ini, pihak Osaka Steel berperan membawa teknologi untuk menghasilkan produk khusus berkualitas tinggi. Produk yang dihasilkan meliputi baja profil, besi beton, serta flat bar yang ditujukan untuk proyek infrastruktur strategis.
Produk jadi dari KOS biasanya disalurkan untuk menyokong proyek pembangunan jalan tol dan infrastruktur pemerintah lainnya. Namun, melemahnya permintaan konstruksi nasional dan kondisi pasar global akhirnya mengakhiri perjalanan operasional pabrik ini di Indonesia.