KPK Berencana Periksa Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama

KPK Berencana Periksa Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama
Foto: Ilustrasi KPK Berencana Periksa Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah bersiap memanggil Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama terkait dugaan kasus suap. Langkah ini diambil setelah nama pejabat tersebut muncul dalam persidangan kasus suap logistik, seperti dilansir dari Investortrust.

Penyelidikan mendalam bermula dari pembacaan surat dakwaan terhadap Direktur Utama PT Blueray Cargo, John Field, dalam sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada hari Rabu. Pengusaha tersebut didakwa menyuap pejabat bea cukai demi menghindari pemeriksaan impor.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan keterangan terkait komitmen lembaga antirasuah tersebut untuk terus memantau setiap fakta hukum yang berkembang di persidangan.

"We are waiting for developments because every fact that emerges in court will be analyzed by the KPK public prosecutor," kata Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK pada hari Kamis.

Lembaga penegak hukum ini juga mengonfirmasi adanya perluasan penyidikan ke sektor lain. KPK kini tengah mendalami dugaan kecurangan lain yang berkaitan dengan manipulasi cukai rokok setelah menemukan sejumlah barang bukti baru.

"The investigation into the alleged bribery in Customs is still ongoing. Not only regarding import duties, but the KPK is also developing this case in relation to the management of cigarette excise," ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK.

Dalam dokumen persidangan, jaksa penuntut umum membeberkan kronologi pertemuan tingkat tinggi yang terjadi pada Juli 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut diduga menjadi awal mula terjadinya pemalsuan dokumen guna menurunkan kategori risiko pengiriman barang.

ÔÇ£A meeting was held between officials at the Directorate General of Customs and Excise, including Djaka Budhi Utama, Rizal (Director of Enforcement), Sisprian Subiaksono, and Orlando Hamonangan Sianipar, with cargo entrepreneurs, including the defendant John Field,ÔÇØ kata Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaannya.

Aliran dana suap dilaporkan mengalir sepanjang Juli 2025 hingga Januari 2026 dengan total mencapai Rp61,3 billion. Selain uang tunai, para pejabat Bea Cukai diduga menerima fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,84 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi